Yunani Miliki Sistem Kereta Bawah Tanah Baru: Penumpang Dimanjakan Artefak Kuno hingga Sisa Jalan Abad ke-6

JAKARTA - Sistem metro baru di Kota Thessaloniki, Yunani utara, diresmikan pada akhir November dengan kereta tanpa masinis, sementara puluhan ribu orang menerjang cuaca hujan dan berangin kencang untuk menunggu di luar stasiun guna mencobanya.

Jalur kereta bawah tanah dengan 13 stasiun itu penuh sesak dengan penumpang yang ingin sekali merasakan sistem transportasi baru kota itu.

Perdana Menteri Kyriakos Mitsotakis, didampingi oleh Presiden Katerina Sakellaropoulou dan Menteri Transportasi Christos Staikouras, menekan tombol peresmian untuk memulai pengoperasian sistem yang sudah lama dinantikan, dilansir dari CNN 2 Januari.

PM Mitsotakis mengatakan, alokasi dana pertama untuk penggalian eksplorasi merupakan bagian dari anggaran tahun 1976. Pada tahun 1999, spanduk di pintu masuk pameran dagang internasional kota itu menyatakan "metro akan segera hadir di dekat Anda."

Bertahun-tahun pertikaian pengadilan yang mengakibatkan pembatalan kontrak, sengketa real estate, dan pertikaian mengenai penempatan stasiun di dekat penemuan arkeologi penting, menggagalkan proyek tersebut.

Peresmian sistem metro baru Kota Thessaloniki. (Twitter/@PrimeministerGR)

Ketika gerbong pertama tiba pada tahun 2019, pemerintah sebelumnya menggelar "peresmian" dengan meletakkan gerbong di atas dudukan semen.

Penundaan tersebut mendorong biaya proyek menjadi lebih dari 3 miliar euro, kata Staikouras.

Menariknya, penumpang yang memasuki Stasiun Eleftherios Venizelos di pusat kota dapat melihat beberapa dari lebih dari 300.000 artefak yang digali oleh para arkeolog.

Jauh di bawah tanah, sisa-sisa jalan tersibuk di kota itu pada abad ke-6 ditemukan. Ini adalah jalan raya yang ramai dengan banyak toko, kata para arkeolog.

Barang antik juga dipajang di luar stasiun terdekat, di bawah kaca pelindung.

Banyak yang keberatan dan memprotes keras pemindahan sementara banyak temuan untuk menyelesaikan pembuatan terowongan dan membangun stasiun.

Para pejabat mengatakan, pengoperasian jalur tersebut akan mengurangi 57.000 mobil per hari di kota yang dilanda kemacetan tersebut, dengan perkiraan 254.000 penumpang menggunakan sistem tersebut setiap hari di kota yang berpenduduk lebih dari 300.000 orang dan lebih dari satu juta jika termasuk daerah pinggiran kota, wilayah metropolitan terbesar kedua di Yunani.

Sedangkan perpanjangan ke arah barat direncanakan. Namun, kemungkinan akan memakan waktu beberapa tahun lagi bagi metro untuk mencapai Bandara Makedonia yang sibuk di kota tersebut.