JAKARTA - Pengawas keuangan Rusia telah menolak permintaan untuk menghapus mendiang pemimpin oposisi Alexei Navalny dari daftar "teroris dan ekstremis", meskipun ia telah meninggal, kata sang Istri Yulia Navalnaya Hari Jumat.
Navalnaya memperlihatkan surat tertanggal 16 Desember dari pengawas tersebut, Rosfinmonitoring, yang mengatakan mendiang suaminya menjadi subjek penyelidikan kriminal terkait pencucian uang dan pendanaan terorisme.
Dikatakan, pengawas tersebut belum diberi tahu tentang adanya upaya untuk membatalkan kasus tersebut, dan oleh karena itu ia masih ada dalam daftar tersebut.
"(Presiden Rusia Vladimir) Putin takut pada Alexei bahkan setelah ia membunuhnya," tulis Navalnaya di Telegram, melansir Reuters 10 Januari.
Ia mengatakan, tujuan terus melabeli suaminya sebagai teroris dan ekstremis, bahkan setelah kematiannya, adalah untuk mengintimidasi orang Rusia.
"Mengapa Putin membutuhkan ini? Jelas, bukan untuk melarang Alexei membuka rekening bank. Ini tidak mungkin lagi," katanya.
"Putin melakukan ini untuk menakut-nakuti Anda. Ia ingin Anda takut bahkan untuk menyebut Alexei dan perlahan-lahan melupakan namanya. Namun, tidak seorang pun akan melupakannya," tegasnya.
Diketahui, Navalny meninggal mendadak dalam usia 47 tahun pada Bulan Februari lalu di koloni hukuman Arktik, tempat ia menjalani hukuman lebih dari 30 tahun atas berbagai tuduhan yang ia tolak, sebagai upaya untuk membungkam kritiknya terhadap Presiden Vladimir Putin.
Navalnaya menyalahkan Putin atas kematiannya dan telah menawarkan hadiah kepada setiap saksi yang dapat memberikan bukti ia dibunuh.
Kremlin dengan tegas menolak tuduhan tersebut, dan penyidik Rusia mengatakan bahwa ia meninggal karena sebab alamiah.
Rosfinmonitoring diberi wewenang untuk membekukan rekening bank orang-orang yang tercantum dalam daftar "teroris dan ekstremis". Di antara ribuan orang dan kelompok yang tercantum dalam daftar tersebut, ada Navalnaya sendiri dan tiga pengacara mendiang suaminya yang akan dijatuhi hukuman minggu depan atas tuduhan menjadi anggota kelompok ekstremis.
BACA JUGA:
Jaksa penuntut mengatakan para pengacara tersebut menggunakan akses mereka ke Navalny untuk memungkinkannya melakukan kegiatan subversif bahkan setelah ia berada di penjara.
Para pendukung mereka mengatakan, mereka dihukum hanya karena melakukan pekerjaan mereka, dan penuntutan terhadap pengacara telah melewati ambang batas penindasan baru di Rusia di bawah Presiden Putin.
Sementara itu, Kremlin mengatakan tidak mengomentari kasus pengadilan perorangan, tetapi pihak berwenang telah menganggap Navalny dan para pendukungnya sebagai pengkhianat yang didukung Barat yang berusaha mengganggu stabilitas negara.