Biaya Masuk Istana Himeji Diusulkan Naik Dua Kali Lipat untuk Non-residen Tahun Depan
JAKARTA - Otoritas Himeji, kota di Jepang bagian barat yang menjadi tuan rumah Istana Himeji, bulan lalu mengusulkan kepada majelis setempat, agar biaya masuk situs Warisan Dunia untuk non-residen dinaikkan dua atau tiga kali lipat pada tahun 2026, membatalkan rencana wali kota sebelumnya untuk menetapkan harga yang jauh lebih tinggi bagi wisatawan asing.
Pemerintah Daerah Himeji, Prefektur Hyogo, akan mengajukan rancangan undang-undang pada Bulan Maret untuk menaikkan harga tiket dewasa dari 1.000 yen saat ini (Rp103.364) menjadi sekitar 2.000 yen (Rp206.728) hingga 3.000 yen (Rp310.092), sementara tiket masuk untuk mereka yang berusia di bawah 18 tahun, yang saat ini sebesar 300 yen (Rp31.009), gratis mulai sekitar musim semi tahun 2026, dikutip dari Kyodo News 5 Januari.
Selain itu, pemerintah daerah juga berencana untuk memperkenalkan tiket digital dengan waktu dan tanggal yang ditentukan sebagai uji coba dari Bulan April hingga Oktober, ketika World Expo akan diadakan di prefektur tetangga, Osaka.
Sebelumnya, Wali Kota Himeji Hideyasu Kiyomoto mengatakan pada Bulan Juni, ia sedang mempertimbangkan untuk melipatgandakan biaya masuk kastil bagi pengunjung asing guna membantu menutupi biaya perawatan.
Beberapa anggota dewan kota telah menyatakan kekhawatiran atas gagasan tersebut, termasuk kemungkinan hal itu dapat memberikan kesan negatif bagi wisatawan asing.
Baca juga:
- 2.736 Peacekeepers Indonesia Tersebar di 8 Misi PBB, Menlu Sugiono: Bukti Nyata Sesuai Amanat Konstitusi
- Rusia Tidak Mencabut Status Teroris Mendiang Pemimpin Oposisi Navalny, Navalnaya: Tidak Seorang pun Melupakannya
- Menhan Israel Perintahkan IDF Siapkan Rencana Kalahkan Hamas Jika Kesepakatan Soal Sandera Tak Tercapai
- PBB Laporkan Krisis Kelaparan di Jalur Gaza Palestina Semakin Memburuk
Diketahui, sekitar 1,48 juta orang mengunjungi kastil tersebut pada tahun fiskal 2023. Sekitar 452.300 di antaranya adalah pengunjung luar negeri, melampaui 400.000 untuk pertama kalinya sejak data tersedia pada tahun fiskal 1992, menurut pemerintah kota.