Putri Wiji Thukul Hadir di Hajatan Rakyat Ganjar-Mahfud, Tagih Janji Jokowi

SOLO - Putri Wiji Thukul, Fitri Nganthi Wani hadir di panggung kampanye akbar bertajuk Hajatan Rakyat pasangan capres dan cawapres, Ganjar Pranowo-Mahfud MD di Benteng Vastenburg, Solo, Jawa Tengah.

Fitri menyinggung janji Presiden Joko Widodo (Jokowi) tentang kasus ayahnya. Katanya, orang nomor satu di Indonesia pernah menjanjikan pemerintah menemukan Wiji Thukul dalam kondisi apapun.

 "Sampai sekarang kami masih mengingat janji yang diucapkan oleh bapak Presiden Jokowi prihal Bapak Wiji Thukul harus ketemu, kasus Wiji Thukul harus selesai, Wiji Thukul harus ditemukan hidup ataupun mati," kata Fitri, Sabtu, 10 Februari.

Presiden Jokowi, sambung Fitri, menyampaikan janjinya di hadapan wartawan. Bahkan, eks Gubernur DKI Jakarta itu dengan bangga menyebut keluarga Wiji Thukul adalah sahabatnya.

"Beliau berkata istrinya sahabat baik saya, dan anak-anaknya adalah kawan baik saya. Tentu saja kasus Wiji Thukul harus diselesaikan, Wiji Thukul harus ketemu hidup atau mati," ucapnya.

 

Hanya saja, janji itu tak pernah terealisasi. Bahkan, hingga ibunya meninggal dunia, kasus sang ayah tak pernah terselesaikan.

"Saya berbicara di depan banyak orang tentang kasus penghilangan paksa yang menimpa bapak Wiji Thukul yang sampai sekarang belum juga beres. Bahkan sampai Ibu Sipon wafat," ucapnya.

Setelahnya Fitri membacakan salah satu puisi karya Wiji Thukul berjudul 'Hanya Satu Kata: Lawan!'. Saat puisi dibacakan, Ganjar terlihat serius menyimak. Sementara para pendukung yang memadati lokasi serentak meneriakkan bait terakhir.

"Apabila usul ditolak tanpa ditimbang suara dibungkam kritik dilarang tanpa alasan, dituduh subversif dan mengganggu keamanan maka hanya ada satu kata: lawan!"