Piala Asia 2023 Pakai Teknologi Sepak Bola Baru, Bagaimana Laga Kontroversial Timnas Indonesia vs Irak?

JAKARTA - Piala Asia 2023 sudah mencapai babak final yang akan dihelat di Stadion Lusail pada 10 Februari 2024. Yordania dan tuan rumah Qatar akan bertarung memperebutkan trofi.

Terlepas dari partai pemungkas yang tentu menyedot perhatian itu, teknologi yang dipakai di Piala Asia 2023 juga patut disorot.

VAR dan SAOT

Pertama kalinya dalam sejarah turnamen, sistem video assistant referee (VAR) telah diterapkan di seluruh pertandingan Piala Asia 2023. Selain itu, dilengkapi dengan sistem semi-automated offside technology (SAOT) di setiap laga.

Piala Asia 2023 menjadikan AFC sebagai konfederasi pertama di dunia sepak bola yang menerapkan sistem tersebut di level tim nasional putra kontinental.

Setiap kali peninjauan VAR terhadap keputusan offside penting dilakukan selama pertandingan. Grafik virtual 3D ditampilkan di layar raksasa di dalam stadion serta siaran langsung setelah pemeriksaan selesai. Hingga semifinal berakhir, grafik seperti itu telah ditampilkan sekitar 40 kali.

Baik sistem VAR maupun SAOT telah berfungsi dengan lancar selama turnamen hingga saat ini. Hal tersebut semakin menggarisbawahi komitmen AFC dalam meningkatkan akurasi dan integritas pengambilan keputusan oleh perangkat pertandingan.

Putar Ulang Tablet dan Kamera Taktis

AFC telah menyediakan tablet replay di setiap bangku cadangan tim untuk analisis taktis dan teknis. Hal itu dilakukan demi meningkatkan analisis pertandingan tim.

Setiap tablet memiliki akses ke delapan sudut kamera berbeda, termasuk kamera taktis berawak tertentu, yang dapat digunakan untuk melihat tayangan ulang.

Pengoperasian perangkat tidak merepotkan dengan grafis antarmuka dan alur kerja sederhana. Pengguna dapat dengan cepat terbiasa dengan sistem.

Sistem berjalan dengan penundaan tiga detik yang memungkinkan pengguna memiliki opsi untuk melihat kembali insiden apa pun dalam gim di perangkat replay segera setelah kejadian tersebut terjadi secara real time.

Teknologi sepak bola terbaru di Piala Asia 2023 (dok. AFC).

Tablet Medis

Petugas Medis AFC di turnamen telah diberikan tablet medis di sisi lapangan. Tablet itu menyajikan semua siaran langsung yang tersedia secara bersamaan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi identifikasi cedera.

Hal ini memungkinkan para dokter AFC untuk meninjau mekanisme cedera yang sebenarnya dan mengomunikasikan informasi penting mengenai situasi medis apa pun kepada tim masing-masing setelah meninjau insiden di tablet.

Petugas Kontrol Medis & Doping AFC, Dr. Ahmed I. Andijiani dan Dr. Fenton Arnold Joseph Desouza, menggambarkan tablet tersebut sebagai alat penting bagi tim dokter AFC dalam hal membuat penilaian dan keputusan cedera yang lebih baik.

"Tablet medis telah menjadi terobosan dalam penanganan gegar otak dan cedera lainnya. Mereka memberdayakan pengambilan keputusan yang lebih cepat dan tepat mengenai pemain, memprioritaskan keselamatan, dan mencegah masalah jangka panjang."

"Selain itu, komunikasi real time melalui tablet memupuk kolaborasi yang lancar dalam tim medis, pelatih, serta wasit. Sehingga, menghasilkan intervensi yang lebih cepat dan perawatan yang lebih terkoordinasi."

"Teknologi ini berpotensi merevolusi kedokteran olahraga dengan secara signifikan meningkatkan keselamatan pemain dan perawatan medis," tutur Andijiani.

"Keselamatan para pemain paling penting. Kami harus melindungi mereka dari komplikasi medis."

"Saya telah menggunakan tablet ini sebelumnya di beberapa kompetisi. Teknologi ini harus tersedia sebagai bagian dari peran petugas medis di turnamen mendatang," kata Desouza menambahkan.

Teknologi untuk tim medis di Piala Asia 2023 (dok. AFC).

EPTS

Electronic Performance & Tracking Systems (EPTS) diperkenalkan di Piala Asia 2023. Berbagai titik data fisik pemain dapat ditangkap, seperti total jarak, kecepatan lari, kecepatan tertinggi, dan jumlah sprint.

EPTS mampu memproses data dari sumber-sumber ini untuk melakukan triangulasi posisi pemain secara akurat dengan keterlibatan 12 kamera pelacak 4K di sembilan stadion pertandingan kelas dunia, yang dilengkapi dengan kamera siaran tambahan.

Semua data dibagikan kepada tim dalam waktu 12 jam setelah pertandingan selesai melalui platform data yang disesuaikan.

Pemanfaatan teknologi terbaru di Piala Asia 2023 tentu membuat keputusan wasit lebih akurat.

Namun, pertanyaannya berikutnya muncul terkait partai Timnas Indonesia vs Irak pada babak grup yang menuai kontroversi. Teknologi-teknologi termutakhir tersebut tampak tak jelas fungsinya.

Gol kedua Irak yang menuai protes karena berbau offside tidak menemui titik terang hingga kini. Bahkan, ofisial Timnas Indonesia melayangkan surat protes resmi kepada AFC. Namun, sampai saat ini tidak jelas bagaimana respons dari AFC.