Air dan Kontaminasi Radioaktif Lahan Perumahan Batan Indah

JAKARTA - Lahan kosong Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan, terkontaminasi limbah radioaktif jenis Cesium (CS) 137. Penyebaran senyawa berbahaya itu terjadi karena mudah larut ketika terkena air. Apalagi, lokasi penemuan radioaktif itu kerap diguyur hujan beberapa pekan terkahir.

"Cesium 137 memang mudah larut jika terkena air. Sehingga, itu jadi alasan kuat kenapa lahan tersebut terkontaminasi radioaktif," ucap Humas Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN), Abdul Qohhar kepada VOI, Jumat, 21 Februari.

Dia menerangkan, Cesium 137 biasa digunakan untuk keperluan industri dan kesehatan. Senyawa ini memiliki dua model. Biasanya berbentuk kapsul dan silinder dengan lebar dan tinggi dua sentimeter.

"Tergantung keperluan dan alat yang digunakan. Ada yang berbentuk kapsul dan silinder tapi mungkin ada bentuk dan ukuran lain," ungkap Qohhar.

Penyebaran limbah radioaktif ini sudah ditangani dengan cara pengangukutan tanah yang sudah terkontaminasi. Per tanggal 21 Februari, sekitar 377 drum berisi tanah dan vegetasi sudah dibawa ke Pusat Teknologi LImbah Radioaktif (PTLR).

Nantinya, tanah dan vegetasi tersebut akan diolah dan disimpan di tempat penyimpanan limbah radioaktif sementara agar tak lagi terjadi perkara serupa.

Lokasi pembersihan limbah radioaktif di Perumahan Batan Indah, Serpong (Debi Astari/VOI)

Selanjutnya, Deputi Bidang Teknologi Energi Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Suryantoro menerangkan, pembersihan lahan yang terkontaminasi akan dihentikan sementara. Sambil menunggu langkah yang akan diambil selanjutnya.

"Kegiatan clean up hari ini dihentikan sementara guna dievaluasi dulu pekerjaan sebelumnya. Momen ini juga kami gunakan untuk menentukan strategi clean up ke depan yang diharapkan lebih efektif," kata Suryantoro.

Limbah radioaktif itu sudah berdampak kepada warga sekitar. Dua dari sembilan orang yang diduga terkontaminasi dinyatakan positif tepapar senyawa CS 137 tersebut.

Mereka merupakan warga yang tinggal paling dekat dengan lokasi temuan limbah radioaktif yakni, di Blok H, I, dan J di Perumahan Batan Indah. Meski terkontaminasi, kesehatan mereka masih dalam keadaan yang baik. Sebab, nilai kontaminasi cukup kecil hanya diangka 0,12 dan 0,5 milisievert.

Selain itu, pengaruh pada kesehatan manusia akan terasa jika paparan CS 137 telah mencapai angka 1 milisievert atau jika dalam satuan microsievert angkanya sebesar 1.000.