5 Hal yang Membuat Pria Kurang Percaya Diri saat Berhubungan Seksual

JAKARTA - Bukan hanya wanita yang kerap merasa tidak percaya diri. Pria pun bisa skeptis dan insecure dengan penampilan mereka, terutama dalam hal performa seksual. Pria bisa merasa sangat canggung dan memikirkan terkait hal penampilan mereka di tempat tidur dan apakah mereka dapat menyenangkan pasangan saat diranjang atau tidak. Rasa insecure secara umum ini dapat memengaruhi tingkat kepercayaan dan harga diri pria.

VOI melansir Times of India, Jumat, 16 Juni, membeberkan rahasia para lelaki terkait hal-hal yang kerap membuat mereka merasa kurang percaya diri saat berhubungan seksual.

Insecure karena ukuran penis

Salah satu rasa insecure seksual pria yang paling umum yaitu tentang ukuran penis. Banyak pria khawatir penis mereka tidak cukup besar untuk memuaskan pasangannya atau memenuhi standar umum. Pria mengasosiasikan ukuran penis dengan kinerja seksual mereka. Pria gagal menyadari bahwa ukuran penis tidak menentukan kenikmatan atau kehebatan seksual. Tapi cara berkomunikasi di ranjang, koneksi, serta gaya bercinta yang membuat wanita puas dengan hubungan seksual.

Cemas akan performa yang kurang memuaskan

Pria dapat mengalami kecemasan performa seksual yang secara langsung dapat memengaruhi kemampuan mereka mencapai atau mempertahankan ereksi. Akibatnya, mereka akan mengalami ejakulasi dini atau mungkin tidak dapat memuaskan pasangannya. Kecemasan performa seksual dapat dipicu berbagai faktor seperti stres, tekanan performa, dan masalah citra tubuh. Berkomunikasi secara terbuka, menerapkan teknik relaksasi, dan mencari bantuan profesional dapat membantu mengatasi masalah ini.

Memiliki masalah citra tubuh

Pria, seperti halnya wanita, juga dapat bergumul dengan bentuk tubuh yang dapat memengaruhi kepercayaan diri saat bercinta. Kekhawatiran tentang berat badan, ukuran otot, rambut rontok, atau penampilan fisik bisa membuat seseorang  sadar akan tubuhnya, terutama saat mereka telanjang di depan orang lain, selama foreplay atau berhubungan. 

Mempraktikkan afirmasi positif dan merasa baik tentang diri sendiri dapat meningkatkan rasa percaya diri Anda. Memiliki pasangan yang merangkul dan menerima tubuh Anda apa adanya, juga bisa membuat Anda merasa hebat.

Pengalaman seksual sebelumnya

Pria yang tidak berpengalaman mungkin merasa tidak aman dengan keterampilan seksual mereka atau kurangnya pengalaman dibandingkan dengan pasangannya. Pria 'diasumsikan' biasanya sangat berpengalaman dan bisa tampil hebat di tempat tidur. Menjalani ekspektasi ini bisa menjadi beban besar bagi pria.

Tidak bisa memuaskan pasangan

Pria mungkin khawatir tentang kemampuan mereka memuaskan pasangannya secara seksual. Mereka mungkin terus-menerus khawatir bahwa mereka tidak dapat membuat pasangannya mencapai orgasme atau memenuhi keinginannya. Ini dapat menyebabkan kecemasan dan keraguan diri. Berfokus untuk saling menyenangkan satu sama lain dan memperhatikan poin sensual, kebutuhan, dan keinginan satu sama lain dapat membuat ini jauh lebih mudah.