Google Cloud Perkenalkan Empat Inovasi AI Terbaru untuk Menyempurnakan Situs E-commerce

JAKARTA - Google Cloud memperkenalkan empat inovasi kecerdasan buatan (AI) baru untuk membantu peritel mentransformasi proses pemeriksaan etalase di toko, dan juga menyempurnakan situs e-commerce mereka dengan pengalaman belanja online yang lancar bagi konsumen. 

AI pengecekan etalase baru membantu peritel meningkatkan ketersediaan produk

Peritel telah mencoba berbagai teknologi pemeriksaan etalase selama bertahun-tahun, namun keefektifannya masih terbatas oleh sumber daya yang diperlukan untuk membuat model AI yang andal untuk mendeteksi dan membedakan produk.

Karena itu, Google Cloud kini menyediakan pratinjau solusi pemeriksaan etalase baru yang didukung AI secara global, yang dapat membantu retailer meningkatkan ketersediaan produk di etalase, memberikan visibilitas yang lebih baik tentang tampilan etalase yang sebenarnya, dan membantu mereka memahami bagian mana yang membutuhkan penyetokan ulang. 

"Dikembangkan dalam Vertex AI Vision Google Cloud dan didukung oleh dua model machine learning (ML), pengenal produk dan pengenal tag. AI akan pemeriksa etalase memungkinkan peritel mengidentifikasi produk dari semua jenis, dalam skala besar," kata Google dalam keterangan yang diterima, Senin, 20 Maret. 

Dengan teknologi ini, peritel tidak lagi harus menghabiskan waktu, tenaga, dan investasi untuk pengumpulan data dan melatih model AI mereka sendiri, dan juga akan memiliki tingkat fleksibilitas yang tinggi dalam jenis citra yang dapat mereka berikan ke AI pengecekan etalase. 

Teknologi ini diharapkan tersedia secara umum untuk peritel secara global dalam beberapa bulan mendatang.

AI mengubah pengalaman window shopping digital

Guna membantu peritel menjadikan pengalaman penelusuran online dan penemuan produk lebih intuitif dan memuaskan bagi pembeli, Google Cloud memperkenalkan fitur penjelajahan baru yang didukung AI melalui Discovery AI untuk peritel. 

Kecanggihan alat ini menggunakan teknologi ML untuk mengoptimalkan urutan produk (misalnya, produk mana yang pertama kali dilihat pembeli) di situs e-commerce peritel setelah pembeli memilih kategori, seperti "jaket wanita" atau "peralatan dapur".

Fitur tersebut dapat digunakan di berbagai halaman situs e-commerce, mulai dari halaman penelusuran, merek, dan arahan, hingga halaman navigasi dan koleksi.

"Selain mendorong peningkatan yang signifikan dalam pendapatan per kunjungan, ini juga dapat menghemat waktu dan biaya peritel untuk membuat beberapa halaman secara manual. Alat baru ini mendukung 72 bahasa termasuk Bahasa Indonesia, Bahasa Melayu, Thai, Mandarin Simplified and Traditional, serta Bahasa Vietnam dan sekarang tersedia secara umum untuk peritel di seluruh dunia," jelas Google

Hasil penelusuran yang lebih dikustomisasi dengan Machine Learning

Riset yang dilakukan oleh Google Cloud menemukan bahwa 75 persen pembeli lebih menyukai merek yang memberikan interaksi dan jangkauan yang dikustomisasi. 

Untuk membantu peritel menciptakan pengalaman belanja online yang lebih lancar dan intuitif, Google Cloud juga memperkenalkan kemampuan kustomisasi berbasis AI baru yang menyesuaikan hasil yang diperoleh pelanggan saat mereka menelusuri dan menjelajahi situs retailer. Teknologi ini meningkatkan kemampuan fitur penjelajahan baru Google Cloud dan solusi Retail Search yang ada.

AI yang mendukung kemampuan kustomisasi baru adalah pengenal pola produk yang menggunakan perilaku pelanggan di situs e-commerce, seperti klik, keranjang, pembelian, dan informasi lainnya, untuk menentukan selera dan preferensi pembelanja. 

Kemudian, AI akan menaikkan produk yang cocok dengan preferensi tersebut dalam pencarian dan menelusuri peringkat untuk hasil yang dikustomisasi. Hasil penelusuran dan penjelajahan yang dikustomisasi oleh pembeli hanya didasarkan pada interaksi mereka di situs e-commerce tertentu milik peritel dan tidak ditautkan ke aktivitas akun Google mereka. Teknologi ini sekarang telah tersedia secara umum untuk peritel di seluruh dunia.

AI meningkatkan laba peritel dengan rekomendasi yang lebih baik

Menurut Google, peritel sudah cukup lama mengalami kesulitan menentukan panel mana yang akan ditampilkan di situs web mereka, cara menyusunnya secara efektif, dan cara mengoordinasikan konten yang relevan dan dipersonalisasi. 

Solusi Recommendations AI Google Cloud menggunakan ML untuk membantu peritel memberikan rekomendasi produk kepada pembeli mereka.

Peningkatan baru ke Recommendations AI dapat membuat properti e-commerce peritel menjadi lebih personal, dinamis, dan bermanfaat bagi pelanggan individu. Misalnya, fitur pengoptimalan tingkat halaman yang baru kini memungkinkan situs e-commerce untuk secara dinamis memutuskan panel rekomendasi produk yang akan ditampilkan kepada pembeli.

Model ML, yang dibuat bekerja sama dengan DeepMind, menggabungkan kategori produk situs e-commerce, harga barang, serta klik dan konversi pelanggan untuk menemukan keseimbangan yang tepat antara kepuasan jangka panjang bagi pembeli dan peningkatan pendapatan bagi peritel.