Emir Qatar Melayangkan Tawaran Resmi Senilai Rp109 Triliun untuk Membeli Manchester United

JAKARTA - Manchester United berpeluang besar untuk pindah kepemilikan. Ada tawaran menggiurkan yang mungkin sulit ditolak keluarga Glazer.

Tawaran itu datang dari Emir Qatar, Sheikh Jassim Bin Hamad Al Thani. Dia dikabarkan sudah resmi mengajukan penawaran untuk membeli Setan Merah dari keluarga Glazer.

Keluarga Glazer memang telah memulai proses untuk menjual klub Premier League tersebut sejak tahun lalu. Mereka memiliki saham mayoritas Manchester United dan dilaporkan siap melepas kepemilikan klub dengan nilai enam miliar poundsterling (sekitar Rp109 triliun).

"Sheikh Jassim Bin Hamad Al Thani hari ini mengonfirmasi bahwa dia telah mengajukan penawaran untuk membeli 100 persen (saham) Manchester United Football Club," kata Sheik Jassim dalam pernyataan resminya yang dikutip Antara via AFP pada Jumat, 17 Februari.

"Tawaran tersebut berencana mengembalikan klub ke masa kejayaannya baik di dalam dan luar lapangan. Dan yang terpenting, akan berusaha menempatkan para penggemar di sepak bola Manchester United lagi," lanjutnya.

Sheikh Jassim mengajukan tawaran melalui Nine Two Foundation miliknya dan akan benar-benar membuat klub bebas utang. Bila dia menjadi pemilik, manajemen Manchester United akan berinvestasi ke tim sepak bola, fasilitas latihan, stadion dan infrastruktur yang lebih luas.

Sheikh Jassim adalah putra dari mantan Perdana Menteri Qatar, Sheikh Hamad bin Jassim bin Jaber Al Thani. Dia merupakan salah satu orang terkaya di Qatar.

Bila kesepakatan akhirnya terjadi, ini akan melampaui kesepakatan olahraga terbesar saat pengusaha Amerikas Serikat Todd Boehly membeli Chelsea dari Roman Abramovic.

Keluarga Glazer membeli Manchester United dengan nilai 790 juta poundsterling pada 2005.

Sementara itu, manajer Manchester United menegaskan bahwa proses pembelian klub saat ini tidak akan mengganggu konsentrasi bagi dia dan para pemain.

"Kami mengikutinya," kata Ten Hag. "Ini adalah klub kita, tetapi kami fokus ke sepak bola, di latihan dan gaya bermain kami."

"Saya fokus di sepak bola. Mereka (keluarga Glazer dan para petinggi klub) fokus di bagian lain. Bagaimana menjalankan semuanya, termasuk soal finansial," tambah pelatih asal Belanda itu.