WHO Sebut Kandidat Vaksin Ebola Diperkirakan Dikirim ke Uganda Pekan Depan
JAKARTA - Tiga kandidat vaksin Ebola untuk uji klinis yang direncanakan diharapkan akan dikirim ke Uganda minggu depan, kata Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia Tedros Adhanom Ghebreyesus pada Hari Rabu.
Kandidat tersebut termasuk vaksin yang sedang dikembangkan oleh University of Oxford dan Serum Institute of India, Sabin Vaccine Institute, International AIDS Vaccine Initiative dan Merck & Co Inc.
Dr. Tedros menerangkan, komite ahli eksternal badan kesehatan global telah mengevaluasi dan setuju, untuk memasukkan ketiga kandidat vaksin dalam uji coba yang direncanakan.
Virus yang beredar di Uganda adalah strain Ebola Sudan, yang belum ada vaksinnya yang terbukti, tidak seperti strain Zaire yang lebih umum, yang menyebar selama wabah baru-baru ini di negara tetangga Republik Demokratik Kongo.
WHO tidak mengungkapkan perincian tentang jumlah dosis yang diharapkan akan dikirim atau digunakan dalam uji coba yang direncanakan.
"Kami telah menerima konfirmasi dari pengembang, bahwa jumlah dosis vaksin yang cukup akan tersedia untuk uji coba dan seterusnya, jika perlu," terang Ana Maria Henao-Restrepo dari WHO.
Dr. Tedros mengatakan, komite ahli telah memilih dua terapi investigasi untuk Ebola dan desain uji coba yang direncanakan, yang sedang diajukan untuk disetujui.
Baca juga:
- Yakin Rudal yang Jatuh di Polandia Bukan Milik Ukraina Seperti Kata NATO, Presiden Zelensky Tetap Tuding Rusia
- Swedia Siap Catat Rekor Bantuan Militer untuk Ukraina, Tapi Tidak Termasuk Sistem Artileri Archer
- PM Lapid Tegas Tidak Mengizinkan Tentaranya Diinterogasi FBI, Meski Israel dan Amerika Serikat Bersahabat
- Kecam Resolusi PBB Tentang Ganti Rugi Perang ke Ukraina, Diplomat Rusia: Majelis Umum Tidak Memiliki Wewenang
Ditambahkan Dr. Tedros, dengan enam kasus Ebola lagi dan dua kematian dikonfirmasi di Uganda pada minggu lalu, jumlah total sekarang menjadi 141 kasus dan 55 kematian.