Mengingatkan Kembali Proyek Jargas, Lebih Hemat Mana dengan Kompor Listrik?
YOGYAKARTA - Konversi kompor elpiji ke kompor listrik maupun induksi tengah dikampanyekan oleh pemerintah. Pemerintah memiliki program akan menyalurkan kompor listrik kepada ratusan ribu kepala keluarga. Paket lengkap kompor listrik yang dibagikan secara gratis tersebut seharga Rp1,8 juta.
Bersamaan dengan itu, Perusahaan Listrik Negara (PLN) juga gencar melakukan kampenye penggunaan kompor listrik. Apabila konversi kompor listrik berhasil, maka diharapkan dapat mengatasi masalah kerugian PLN akibat oversuppy atau kelebihan pasokan listrik, terutama jaringan Jawa-Bali.
PLN sudah melakukan pilot project konversi elpiki ke kompor induksi di Denpasar dan Solo. Selanjutnya pada bulan Oktober, PLN akan membagikan sebanyakn 10.000 unit kompr induksi kepada warga DKI Jakarta. PLN juga memberikan sejumlah insentif dan akan menambah daya lisrik pelanggan agar semakin mendukung penggunannya.
Namun di balik upaya pemerintah mendorong konversi kompor listrik, kabar proyek pembangunan jaringan gas (jargas) untuk rumah tangga pun dipertanyakan.
Mengingatkan Proyek Jargas
Sebelumnya pemerintah berharap masyarakat beralih dari elpiji ke gas alam melalui pipa distibusi dari jargas. Namun sampai saat ini poyek pembangunan jargas untuk pelanggan rumah tangga masih belum optimal.
Dalam APBN 2009-2020, pembangunan Jargas di 17 provinsi telah mencapai sebanyak 537.496 sambungan rumah (SR). Namun masih menyisakan 108.976 SR belum terpakai. Pasokan gas yang naik turun juga menjadi masalah lain yang dihadapi dalam proyek tersebut.
Kondisi proyek jargas tersebut menjadi pengingat dan pertanyaan kepada pemerintah yang saat ini sedang gencar mengkampanyekan konversi kompor listrik. Di samping itu, Indonesia justru mengekspor gas alam ke luar negeri. SDA yang melimpah di tanah air tersebut justru digunakan oleh Singapura. Pemanfaatan gas alam belum bisa dilakukan secara optimal di Indonesia karena masih kekuarangan infrastruktur pipa gas.
Target Proyek Jargas
Program pembangunan Jargas yang dijalankan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dari tahun 2009 hingga pertengahan 2022 telah terbangun 662.431 SR. Saat ini pihaknya tengah kebut proyek pengerjaan SR jargas rumah tangga di 12 Kabupaten/Kota selesai pada November 2022.
Kementerian ESDM menargetkan pembangunan jargas sejumlah 40.777 pada tahun 2022. Rencana pembangunan SR di 12 kabupaten/kota tersebut terbagi dalam 5 paket. Paket 1 meliputi Kabupaten Siak, Kabupaten Palalawan, dan Tanjung Jabung Barat. Paket 2 meliputi Kabupaten Muara Enim, Kabupaten Musi Banyuasin, dan Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur.
Paket 3 meliputi Kota Semarang, Kabupaten Indramayu, dan Kabupaten Wajo. Paket 4 meliputi Kota Probolinggo dan Kabupaten Gresik. Paket 5 meliputi Kabupaten Lumajang. Saat ini pemerintah telah mendapat kesepakatan kontrak pembangunan jargas dengan nilai investasi sejumlah Rp215 miliar untuk 25.605 SR.
Kementerian ESDM terus melakukan pemantauan dan pengawasan pelaksanaan pembangunan jargas. Pihaknya berharap adanya sinergi maksimal antara Ditjen Migas, Pejabat Pembuat Komitmen (P2K), dengan kontraktor pelaksana.
Baca juga:
Itulah perkembangan proyek jargas di tengah misi pemerintah mendorong konversi kompor listrik. Pembangunan jargas bertujuan memberikan akses energi kepada masyarakat dan menghemat perekonomian masyarakat maupun negara.
Ikuti terus berita terkini dalam negeri dan luar negeri lainnya di VOI . Kamu menghadirkan terbaru dan terupdate nasional maupun internasional.