Saksi Pembunuhan Wanita Asal Lampung di Duren Sawit Sebut Korban dan Kekasihnya Sudah Ribut Sejak Malam

JAKARTA - Kasus pembunuhan wanita berinisial Y (19) yang tewas di salah satu kamar indekost, Kelurahan Klender, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, ternyata sempat diketahui oleh tetangga kost korban.

Menurut kesaksian Diah Noviani (37), tetangga kost korban, dirinya sempat mendengar korban bertengkar hebat dengan pelaku yang tak lain adalah pacar korban sendiri pada Minggu, 17 Juli, malam.

"Pas lagi di dalem (indekos) saya denger berantem aja gitu," ucap Diah kepada wartawan, Senin, 18 Juli.

Dalam pertengkaran tersebut, lanjut Diah, korban Y sempat protes karena dipukul oleh pelaku.

"Semalam denger suara 'kenapa lu pukul gue?' gitu doang dengernya," ujarnya.

Diah menyampaikan dirinya tak mau ikut campur dalam pertengkaran sepasang kekasih itu.

"Dengar mereka pada berantem ya udah karena saya kan ngga pernah ikut campur kan takutnya dia juga enggak mau dibelain juga, percuma," katanya.

Akhirnya, usai pertengkaran itu, dirinya tak mendengar suara dari sosok pria yang membunuh Y tersebut.

Dia pun kaget usai mengetahui kalau Y telah tewas terkapar di kamar nomor S-36 indekos tersebut. Diduga Y dibunuh oleh pacarnya sendiri dengan cara dicekik.

Diah menjelaskan, korban Y merupakan wanita perantau dari Lampung. Dia hidup di Jakarta tanpa sanak famili. Untuk mendapat penghasilan, Y bekerja di sebuah tempat billiard di Bekasi.

"Iya, dia (korban) asli Lampung. Di sini enggak ada saudara. Kerja di billiard," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang wanita berinisial Y (19) ditemukan tewas dibunuh kekasihnya. Wanita asal Lampung itu terkapar di atas ranjang tidurnya di kamar indekos yang berada di Jalan Buaran Megah, Kelurahan Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur, Senin, 18 Juli.

Sementara Unit Reskrim Polsek Duren Sawit masih melakukan pengejaran pelaku pembunuhan terhadap wanita berinisial Y (19).

Polisi menduga kuat pelaku pembunuhan merupakan orang terdekat korban.

"Pelaku masih dalam pengejaran. Kita sudah dapat identitasnya," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Ahsanul Muqaffi saat dikonfirmasi VOI, Senin, 18 Juli.