Influencer: Pengertian, Jenis, dan Pengaruhnya Terhadap Bisnis

JAKARTA - Jika kita kembali ke 10 atau 15 tahun silam, istilah influencer mungkin belum banyak terdengar seperti sekarang. Akan tetapi, seiring dengan perkembangan platform digital dan ekosistem konten kreator yang sangat mendukung, saat ini hampir setiap orang bisa menjadi influencer dan mendapatkan penghasilan dari aktivitas mempromosikan produk atau jasa dari sebuah brand.

Cara menjadi influencer sendiri relatif gampang, sebagai contoh jika kamu seorang blogger yang suka traveling, maka kamu bisa mulai dari membuat blog profesional dengan custom domain seperti domain .ID, kemudian konsisten dalam membuat konten unik dan banyak dibutuhkan. Jika sudah punya website, Anda bisa pilih hosting di DomaiNesia karena cepat dan murah.

Penasaran dengan tugas dan manfaat influencer untuk bisnis yang serba digital seperti sekarang? Yuk simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

Apa Itu Influencer?

Menilik dari penuturan beberapa pakar, influencer adalah seorang figur atau sosok yang dikenal oleh banyak orang dan bisa mempengaruhi perilaku para pengikutnya. Singkat kata, influencer merupakan personal yang memiliki kekuatan kepada banyak orang dalam mengambil keputusan karena ia dikenal memiliki posisi, ilmu pengetahuan, pengalaman, serta track record yang meyakinkan.

Saat ini mayoritas influencer berasal dari kalangan publik figur atau artis terkenal, meskipun mereka tidak punya pengalaman atau keahlian yang sesuai dengan produk endorsement, namun popularitas mereka diketahui cukup ampuh untuk menarik minat calon pelanggan.

Selain itu, influencer juga bisa berasal dari kalangan blogger, YouTuber, atau selebgram yang memiliki jumlah pengikut besar di media sosial. Sebagai influencer, tentunya sosok terkait harus punya nilai jual dan daya tarik tersendiri yang membedakan mereka dari orang lain.

Jenis-jenis Influencer Berdasarkan Jumlah Followers

Seiring meningkatnya jumlah influencer dan penyesuaian terhadap kebutuhan pasar. Influencer saat ini bisa dibedakan berdasarkan jumlah followers yang mereka miliki, berikut ulasan selengkapnya.

1. Nano Influencer

Jenis influencer pertama yakni Nano Influencer, sesuai namanya, nano influencer masuk ke dalam kategori jumlah followers paling kecil dengan rentang pengikut di bawah 10,000 followers, baik itu di platform instagram, twitter, YouTube, TikTok atau media lain.

Perusahaan biasanya membutuhkan nano influencer untuk menyasar kalangan tertentu yang sangat spesifik dalam sebuah pasar. Selain itu, nano influencer juga biasa digunakan untuk membuat campaign dengan budget terbatas karena rate yang ditawarkan lebih murah dibandingkan jenis influencer lainnya.

2. Micro Influencer

Micro Influencer adalah sebutan untuk influencer yang sudah berhasil mendapatkan jumlah followers antara 10,000 sampai dengan 100,000 pengikut. Pada level ini, biasanya seorang influencer sudah dikenal dengan persona tertentu dan secara spesifik memiliki pengikut yang punya minat sama.

Sebagai contoh, seorang YouTubers yang khusus mereview soal gadget dan teknologi, blogger traveler, YouTubers otomotif, dan masih banyak lagi lainnya. Umumnya, mereka bisa mendapatkan jumlah pengikut hingga puluhan ribu dari konsistensi dalam membuat konten, jadi apapun yang ia promosikan akan langsung ditanggapi oleh para pengikutnya.

3. Makro Influencer

Terakhir ada Macro Influencer atau seorang influencer yang punya jumlah follower di atas 100,000 orang. Influencer yang ada di level ini biasanya sudah masuk dalam jajaran publik figur, baik berupa artis, pemain sinetron, pemain film, politisi, atau atlet yang memiliki banyak prestasi.

Selain bisa membantu mempromosikan produk atau brand kepada banyak orang. Macro influencer biasanya juga digunakan untuk membangun brand awareness karena kekuatan jangkauan di media sosial yang sangat besar.

Dengan berbagai keunggulan di atas, maka tidak heran jika rate card atau tarif seorang Macro Influencer bisa sangat mahal hingga berkali-kali lipat dari tarif influencer biasa.

Pengaruh Influencer Terhadap Bisnis di Era Digital

1.Meningkatkan Angka Penjualan

Tujuan utama dari penggunaan influencer sudah sangat jelas, yakni untuk membantu mendongkrak angka penjualan produk atau jasa yang ditawarkan. Hal ini memang terbukti benar, karena dengan kekuatan jangkauan yang sangat luas di media sosial akan lebih banyak lagi calon konsumen yang tau akan produk tersebut.

Sosok influencer yang dipilih juga berpengaruh dalam hal penjualan, pasalnya sebagian besar pengikut mereka sudah sangat percaya dengan produk yang digunakan. Jadi, jika si Influencer merekomendasikan produk atau jasa tertentu maka para pengikutnya juga akan melakukan hal yang sama. 

2. Membuat Produk Lebih Terpercaya

Salah satu alasan kenapa konsumen membeli produk tertentu adalah karena ia sudah percaya dengan kualitas dan fungsi produk tersebut. Nah, influencer dalam hal ini mengambil peran penting karena ia membantu mendemonstrasikan fungsi produk dan mampu memberikan testimoni positif yang bisa mempengaruhi target pasar. 

Alhasil, para calon konsumen merasa aman dan tidak ragu untuk membeli produk tersebut di kemudian hari, meskipun baru pertama kali mencoba.

3.Membangun Hubungan Kedekatan dengan Target Pasar

Membangun kedekatan dengan calon konsumen tidak kalah pentingnya dengan membuat produk berkualitas. Adapun salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan menjalin kerjasama dengan publik figur atau influencer yang memang dikenal dekat dengan calon konsumen.

Kendati demikian, kamu perlu ingat bahwa menggunakan influencer ternama tidak selalu bisa memberikan hasil maksimal. Terkadang nano influencer atau testimoni dari orang dekat justru memiliki performa yang lebih baik.

Kira-kira itulah penjelasan terkait apa itu influencer, jenis-jenis serta pengaruhnya untuk bisnis. Yuk, mulai gunakan influencer untuk membangun bisnis di era digital!