Foto Kehamilannya Dilecehkan Warganet, Saraswati Calon Wakil Wali Kota Tangsel: Ini Tidak Bisa Ditolerir

JAKARTA - Calon wakil wali kota Tangerang Selatan Rahayu Saraswati kembali mendapat serangan negatif dari warganet. Kali ini, sebuah akun menampilkan fotonya kehamilannya atau yang biasa disebut maternity shoot dengan narasi yang dianggapnya melecehkan. 

Menurutnya, foto kehamilannya tersebut merupakan foto lama, saat dia mengabadikan kehamilan anak pertama. Dia meyayangkan, foto yang diambil 5 tahun lalu ini disalahgunakan.

"Foto yang ditampilkan ada foto yang diambil oleh suami saya saat saya hamil anak saya yang pertama lebih dari lima tahun lalu. Kenapa tidak mudah didapat? Karena memang foto itu saya unggah saat foto itu diabadikan, yaitu, sekali lagi lebih dari lima tahun yang lalu dan foto itu hanya sekadar foto tapi yang bersangkutan, sang pengunggah menulis, 'yang mau coblos udelnya silakan'," kata Sara seperti dikutip dari akun Facebook miliknya Rahayu Saraswati D. Djojohadikusumo, Senin, 26 Oktober.

Dia menilai, tak ada yang salah dengan foto kehamilan atau maternity shoot ini. Foto tersebut merupakan ungkapan kebahagiaan sebagai calon orang tua.

Namun, foto tersebut dianggap sebagai bentuk memamerkan tubuhnya, dan dijadikan serangan untuk mempertanyakan kelayakannya sebagai pemimpin.

Sara menegaskan, yang dilakukan warganet ini adalah bentuk pelecehan seksual yang tak bisa ditolerir.

"Terlepas keyakinan pribadi masing-masing dan cara pandang kita tentang cara berbusana yang layak, kata-kata yang digunakan jelas bentuk pelecehan dan hal ini tidak bisa ditolerir sama sekali," tegasnya.

"Jika berkat ini bisa digunakan untuk melecehkan seorang perempuan, ibu, dan calon pemimpin daerah maka apakah contoh ini yang akan kita berikan kepada generasi berikutnya? Apakah beliau yang memuat itu merasa nyaman jika ibundanya diperlakukan demikian oleh siapapun?" imbuh dia.

Sara mengaku sedih karena ada pihak yang sepakat dengan tindakan si pengunggah foto kehamilannya itu, dengan mengatakan hal ini wajar terjadi terhadap publik figur dan meminta Sara menghapus unggahannya. Dia juga sedih karena ini berarti perjuangan perempuan untuk bisa berjuang tanpa dikaitkan dengan pribadi, masih jauh. 

"Ini sebenarnya justru memberikan saya kepastian bahwa masih banyak orang yang punya pemikiran dangkal dan memaksakan cara pandangnya pada orang lain," ungkapnya.

Berkaca dari kejadian ini, Sara meminta semua pihak untuk berhenti melakukan objektifikasi terhadap perempuan.

"Sudah saatnya kita menyatakan cukup terhadap upaya mengobjektifikasi perempuan dan pemaksaan pandangan pada orang lain dengan cara pelecehan seksual," ungkapnya.

Sebelumnya, Sara juga pernah mendapatkan narasi negatif. Saat itu, kader Partai Demokrat Cipta Panca Laksana melontarkan pernyataan yang bernada pelecehan yang mengarah kepada Sara mesti tidak disebut secara terang. Belakangan, pernyataan Panca pada Twitter-nya @panca66, sudah dihapus. 

Diketahui, Saraswati selama ini terkenal kritis dengan masalah pelecehan seksual. Saat menjadi anggota DPR RI di Komisi VIII, dia selalu mengkampanyekan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS). Rancangan perundangan ini, kata dia, dapat melindungi perempuan.