Penyebab Banjir Jakarta Awal 2022: Hujan Ekstrem Hingga Rob

JAKARTA - Hujan yang mengguyur Jakarta sejak Selasa, 18 Januari pagi hingga malam hari mengakibatkan banjir di sejumlah titik. Pada Rabu, 19 Januari pukul 09.00 WIB, tercatat banjir merendam 64 RT.

Siang harinya pada pukul 12.00 WIB, titik banjir bertambah menjadi 92 RT. Titik banjir kembali meluas pada pukul 15.00 WIB sebanyak 102 RT. Kemudian, pada pukul 18.00 WIB, titik banjir mulai menurun menjadi 77 RT.

Banjir seharian kemarin berada di Jakarta Barat dan Jakarta Utara dengan ketinggian air mencapai 1 meter. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI mencatat terdapat 1.194 warga terdampak banjir mengungsi di 16 lokasi seperti musala, RPTRA, kantor sekretariat RW, hingga rumah susun.

Plt. Kepala BPBD DKI Sabdo Kurnianto menjelaskan, banjir yang terjadi di awal tahun 2022 ini disebabkan oleh beberapa faktor, mulai dari cuaca ekstrem hingga pasang air laut atau rob.

Sabdo menuturkan, intensitas dan curah hujan yang terjadi merata di seluruh wilayah DKI Jakarta kemarin termasuk kategori ekstrem, yakni lebih dari 150 milimeter per hari.

"BMKG mencatat intensitas curah hujan harian mencapai 204 milimeter per hari di Stasiun Meteorologi Kemayoran. Ini menjadi curah hujan tertinggi di Jakarta selama periode November 2021 sampai 18 Januari 2022," kata Sabdo pada Rabu, 19 Januari.

Lalu, Sabdo mengungkapkan fase bulan purnama yang mengakibatkan peningkatan ketinggian pasang air laut maksimum ini berpotensi menyebabkan banjir pesisir atau rob pada pukul 07.00 WIB sampai 12.00 WIB selama 14 hingga 20 Januari 2022.

Potensi banjir rob ini, kata Sabdo, akan terjadi di sejumlah wilayah, antara lain Pademangan, Penjaringan, Pelabuhan Sunda Kelapa, dan Kepulauan Seribu.

Karenanya, Sabdo mengingatkan warga Jakarta agar waspada terhadap banjir pesisir. "Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari pasang maksimum air laut dan memerhatikan peringatan dan cuaca maritim dari BMKG," ucap dia.

Terhadap penanganan banjir, BPBD DKI menyiagakan 448 personel dan 119 pompa mobile, termasuk memantau perkembangan genangan/banjir dan tinggi muka air di pintu-pintu air.

“BPBD sudah mendistribusikan bantuan logistik untuk para pengungsi, seperti makanan, perlengkapan bayi, selimut, obat-obatan, masker, hand sanitizer, dan lain-lain yang dibutuhkan oleh pengungsi," ungkap Sabdo.