Erupsi Gunung Api Bawah Laut Terjadi di Perairan Lembata

JAKARTA - Pusat Vulkanologi Mitigasi, Bencana dan Geologi (PVBMG) melaporkan telah terjadi erupsi dan bualan gunung api bawah laut di perairan selatan di sekitar kompleks Gunung api Ile Werung, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur.

"Kejadian ini telah mengakibatkan naiknya muka air laut," kata Pengamat gunung api dari pos pemantau gunung Api Ile Werung Wilson Wuri Wutun saat dihubungi dari Kupang, Senin 29 November.

Hal ini disampaikannya berkaitan dengan adanya bualan dari dasar laut yang membuat warga di sekitar lokasi bualan serta erupsi gunung itu khawatir.

Ia menjelaskan, sesuai dengan laporan warga, muka air laut sempat naik pada Minggu (28/11) malam. Dan pada Senin dengan ketinggian air laut kurang dari satu meter dan jarak jangkauan ke darat (inundasi) sekitar 30 meter.

"Kami (Stasiun pemantauan gunungapi Ile Werung, red) merekam kejadian erupsi ini mulai Minggu (28/11) yang dimulai sejak pukul 21.35 WITA dan berlangsung selama satu jam," ujar dia.

Pada Senin (29/11) mulai pukul 05.17 WITA aktivitas letusan dan embusan kembali terekam. Hingga saat ini aktivitas erupsi masih berlangsung namun belum menunjukkan peningkatan yang signifikan.

Pihaknya juga mengatakan bahwa hasil pemantauan lapangan Pengamat Gunung api Ile Werung Senin (29/11) pukul 08.29 WITA hingga teramati asap letusan setinggi lebih kurang 100 meter dari muka laut disertai dengan bualan.

Secara visual, aktivitas bualan ini tidak terjadi di lokasi gunung api bawah laut Hobal. Lokasinya berada sekitar satu kilometer di sebelah Selatan Gunung api Bawah Laut Hobal dan kemungkinan besar masih berasosiasi dengan aktivitas kompleks Gunungapi Ile Werung.

Wilson juga saat dihubungi meminta agar masyarakat di sekitar gunung Ile Werung mewaspadai dampak dari erupsi dan bualan dari gunung api bawah laut itu.