Siapa Yasonna Laoly
Yasonna Laoly

Bagikan:

JAKARTA - Prof. Yasonna Hamongan Laoly, S.H., M.Sc., Ph.D. adalah Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) yang terpilih kedua kalinya dalam kabinet presiden Jokowi. Sebagai putra asli etnik Nias pertama kalinya yang terpilih sebagai menteri, Yasonna ditugaskan Jokowi untuk mengawal proses omnibus law. 

Sebagai menteri ke-10 yang disebutkan oleh presiden Jokowi di Istana Negara Oktober kemarin, Yasonna diberi mandat untuk fokus mengawal omnibus law.

"Saya harapkan nanti mengawal omnibus law: RUU Cipta Lapangan Kerja, RUU Pemberdayaan UMKM,"

Jokowi

Latar belakang Yasonna Laoly yang seorang Ono Niha, putra asli etnik Nias ini adalah aktivis organisasi, akademisi, intelektual, dosen dan dekan perguruan tinggi hingga anggota legislatif dari partai PDI Perjuangan.

Siapa Yasonna Laoly

Nama Yasonna Hamongan Laoly adalah anak pertama dari enam bersaudara yang lahir di Tapanuli, Sumatera Utara, pada 27 Mei 1953. Ayahnya bermarga F. Laoly dan ibunya bernama R. Sihite. Ia lebih dulu memulai karirnya sebagai dosen dan juga dekan kampus. Yasonna sedari dulu sudah menyukai ilmu hukum dan organisasi. Suami dari Elisye Widya Ketaren ini terjun ke dunia politik melalui partai PDIP dan menjadi putra Nias pertama yang menduduki jabatan menteri. Pasangan Yasonna dan Elisye kini telah dikaruniai empat orang anak. 

Ayah Yasonna Laoly adalah polisi yang berpangkat terakhir Mayor ternyata anggota DPRD Kota Sibolga dan anggota DPRD Tapanuli Tengah dari Fraksi ABRI.

Yasonna Laoly menempuh pendidikan S-1 di Universitas Sumatera Utara (USU) dengan mengambil jurusan hukum. Mendapatkan gelar sarjana hukum pada 1978. Tak puas dengan gelar S-1-nya, Yasonna kemudian melanjutkan studi S-2 di Amerika untuk meraih gelar Master of Science dari Virginia Commonwealth University, Amerika Serikat. Gelar S-3 Yasonna adalah studi kriminologi, lulusan dari North Carolina State University (NCSU), Amerika Serikat.

Ditahun keempat kuliahnya ia sudah menjadi seorang pengacara, kasus pertamanya adalah perceraian. Yasonna juga berperan sebagai penasehat hukum Universitas HKBP Nommensen Medan, Sumatera Utara pada periode tahun 1980-1983.

Bersama Mukhtar Pakpahan dari Lembaga Bantuan Hukum Nommensen, mereka berdua pernah membela purnawirawan Polri yang rumahnya digusur. Cukup ironis, mengingat keluarga Yasonna juga berasal dari dunia yang sama sebagai keluarga Polisi.

Karir politik Yasonna Laoly 

Sekembalinya Yasonna menyelesaikan jenjang S-3 dari Amerika Serikat, ia didapuk sebagai Dekan Fakultas Hukum. Seiring pula kejadian Gerakan Reformasi, ia pun terjun ke dunia politik atas saran teman-temannya. Pilihannya sejak awal memang sudah mantab di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pimpinan Megawati Soekarnoputri. 

Pada tahun 1999 hingga 2004 ia sudah berhasil mewakili anggota DPRD provinsi Sumatera Utara. Mencoba naik kasta peruntungan sebagai Calon Anggota DPR RI daerah pemilihan Sumut I (Medan, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Tebing Tinggi), ia mendapatkan nomor urut 2. Keberuntungan memihak Yasonna, ia berhasil melenggang terpilih melaju ke Senayan. 

Sebelum nantinya terpilih menjadi menteri, Yasonna Laoly adalah legislator yang duduk di Komisi II DPR RI periode 2004-2009 dari fraksi Partai Demokrasi Perjuangan (PDI-P). Pada pemilu 2009 ia kembali maju pencalonan legislatif, kali ini lewat Daerah Pemilihan Sumut II (Nias, Tapanuli, Asahan, dan Labuhan Batu). Yasonna kembali terpilih dan dipercaya sebagai Ketua Fraksi PDIP MPR RI dan Wakil Ketua Badan Anggaran DPR RI.

Kemenangan Yasonna pada tingkat legislatif kembali terjadi, dirinya terpilih sebagai anggota DPR RI periode 2019-2024. 

Menelisik Sang Menkumham

Namanya terpilih pertama kali di tahun 2014 sebagai Menkumham dalam Kabinet Indonesia Kerja. Pada bulan Juli 2015, ia mencanangkan gerakan di kementeriannya sendiri berupa kredo "Ayo Kerja, Kami Pasti". Merupakan dorongan agar pegawai di Kemenkumham lebih giat bekerja. Sementara "Kami Pasti" merupakan singkatan dari Kami Profesional, Akuntabel, Sinergis, Transparan, Inovatif.

Lalu berlanjut bagaimana kontroversi dualisme dalam kepengurusan partai politik yang berujung kisruh, yakni Partai Golkar dan PPP. Peran Yasonna sempat dianggap terlalu memihak, bahkan mencampuri internal partai. Namun ia tak bergeming.

Setelah mundur di bulan Oktober sebagai anggota DPR RI periode 2019-2024 karena ternyata ia terpilih, segera namanya kembali dilantik sebagai Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara pada Rabu (23/10).

Kini Yasonna Laoly menjabat sebagai Menteri Hukum dan HAM di Kabinet Indonesia Maju 2019-2024.

Berdalih kemanusiaan di tengah pandemi Covid-19, keputusannya melepas tiga puluh ribu napi menjadi kontroversi publik. Dirinya bahkan digugat oleh tiga LSM Surakarta, yang menganggap putusannya sangat meresahkan masyarakat. 

Yasonna juga menyentil kalangan yang tinggal di kawasan Tanjung Priok sebagai kawasan yang identik penuh kriminalitas. Sehingga terjadinya demonstrasi aksi damai di depan kantor Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) pada Rabu (22/1/2020) pagi. Pernyataannya yang menyerempet ke kosakata 'kriminal di Priok' menuai protes dari berbagai kalangan warga Tanjung Priok.

Ditanya terkait pemberitaan yang cenderung memojokkan dirinya, Yasonna menjawab bahwa itu hal biasa terjadi di dunia politik. Terutama peran media-media yang disinyalirnya merupakan media yang dimana berdiri para lawan politiknya sebagai pemilik ataupun pemegang saham. 

Tertangkapnya Maria Pauline yang membobol Bank BNI senilai 1,7 triliun belakangan ini ditanggapi Yasonna penuh kecurigaan, bahwa ada beberapa pihak yang tak ingin Maria Pauline tak diekstradisi kembali ke Indonesia. 

Fakta menarik Yasonna Laoly

Putra Nias pertama. Yasonna mencatat sejarah sebagai putra asli kelahiran Nias pertama yang pernah menjabat sebagai seorang menteri. 

Harta kekayaan. Yasonna tercatat memiliki 16 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Tangerang, Medan, dan Deli Serdang.

Sempat ingin menjadi Pendeta. Selepas SMA dulu cita-cita Yasonna adalah seorang pendeta, karena ketidaksetujuan kakak sepupunya ditambah keinginan mendadak Yasonna pasca mengunjungi kampus Universitas Sumatera Utara, maka impian menjadi pendeta diurungkannya.

***

Profil Yasonna Laoly

Nama Lengkap
Yasonna Homanangan Laoly

Tempat dan Tanggal Lahir
Sorkam, Tapanuli Tengah, 27 Mei 1953

Agama
Kristen Protestan

Profesi
Dosen, Akademisi, Politikus

Pasangan
Elisye Widya

Harta Kekayaan
Rp. 23.355.955.382. (LHKPN/2019)

*

Pendidikan
Internship in Higher Education Administration Roanoke College, Virginia, Amerika Serikat, 1983-1984
Doktor North Carolina University, 1994
Master Virginia Commonwealth University, 1986
Sarjana Fakultas Hukum, Universitas Sumatera Utara, 1978
SMA Katolik Sibolga, 1968-1972
SMP Sibolga, 1965-1968
Sekolah Rakyat Sibolga, 1959-1965\

*

Perjalanan Karir
Menteri Hukum dan HAM, Kabinet Indonesia Maju 2019-2024
Menteri Hukum dan Ham, Kabinet Indonesia Kerja 2014-2019
Anggota DPR dari PDIP, 2004-2009
Pengurus PDIP Sumatera Utara, 2000-2008
Anggota DPRD Sumut dari PDIP, 1999-2004
Dekan Fakultas Hukum Universitas Nommensen, Medan, 1998-1999
Ketua Jurusan Hukum Perdata Universitas Nommensen, Medan, 1994-1998
Pembantu Dekan FH Universitas Nomensen,1980-1983
Pengacara & Penasihat Hukum, 1978-1983