Mengenal Siapa Ma'ruf Amin
K.H Ma'ruf Amin Wakil Presiden Jokowi 2019-2024. Seorang Ulama besar kalangan NU

Bagikan:

JAKARTA - KH. Ma'ruf Amin adalah seorang ulama sepuh kalangan NU yang menjabat Wakil Presiden RI terpilih periode 2019–202. Kiai yang bergelar Honoris Causa ini terpilih menjadi orang paling berpengaruh disertai kekuatan terbesar kedua di Indonesia setelah presiden. Namanya pernah tercatat masuk sebagai perintis Partai Kebangkitan Bangsa, sebagai Ketua Tim Lima pasca era reformasi 1998. Sosok Ma'ruf Amin juga pernah menjabat sebagai Ketua MUI dan Rais Aam PBNU, hingga Dewan Pengawas Syariah terkait perkembangan - pengaturan mekanisme Ekonomi Syariah di Indonesia. 

Memulai dunia politik sejak tahun 1971 dan aktif dalam organisasi sejak tahun 1964. Pada tanggal 20 Oktober 2019, Ma'ruf Amin resmi dilantik sebagai Wakil Presiden RI periode 2019-2024. 

Mengenal siapa Ma'ruf Amin

Ma'ruf Amin adalah Wakil Presiden RI terpilih periode 2019–2024 yang mendampingi Presiden Joko Widodo. Dia seorang kiai sepuh dari kalangan NU dan cicit dari Syekh Nawawi Banten, ulama besar yang sangat disegani akan ilmunya. 

Menjalani masa sekolahnya di Sekolah Rakyat Kresek, Tangerang, lalu memilih pesantren Tebuireng saat Madrasah Tsanawiyah - Aliyah. Lulusan Fakultas Ushuluddin Universitas Ibnu Chaldun Jakarta tahun 1967. Pada tahun 2012, dirinya dinobatkan dengan gelar Honoris Causa pada bidang Ekonomi Syariah Pasca Sarjana Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Bandung, Jawa Barat.

Pernah menjabat sebagi Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode dan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama PBNU. Keterlibatannya dalam dunia legislatif tercatat sejak tahun 1971 lewat Partai Golongan Islam, sementara di dunia organisasi Islam namanya sudah lebih dulu terlibat sejak tahun 1964.

Pasca silih bergantinya rezim Orde Baru menuju Reformasi, peran seorang Ma'ruf Amin dalam berdirinya Partai Kebangkitan Bangsa sangat krusial. Ia memimpin Tim Lima, sebagai Ketua Tim Lima; sebuah kelompok yang dibentuk demi menuntaskan hambatan organisatoris dalam tubuh PBNU. Bersama tokoh-tokoh penting PBNU di dalamnya, KH. M Dawam Anwar, Dr. KH. Said Agil Siroj, M.A., HM. Rozy Munir dan Ahmad Bagdja. Terbukti, bagaimana keampuhan solidaritas PBNU setelahnya, yang diwakili ikon Gus Dur berhasil meraup 12,61 persen suara pada pesta perdana era demokrasi baru. Suara yang setara berjumlah 13.336.982 dan 51 kursi perwakilan di DPR.

Ia juga terlibat di dalam parlemen MPR mewakili Partai Kebangkitan Bangsa, kemudian berhasil menjabat sebagai Ketua Komisi VI DPR, masih dari partai yang sama. Setelah sempat tak terlalu aktif dalam politik praktis, sekalipun DNA PKB lengket dengannya, pada tahun 2013 hingga 2020 Ma'ruf Amin terlibat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).

Saat menjabat sebagai Ketua MUI, peran dia sempat menjadi buah bibir kontroversi di kalangan internal maupun eksternal. Pandangannya yang luas disertai berbagai aspek yang ditinjaunya dari segi kenegaraan, tak bisa dibilang konservatif maupun kepalang moderat.

Pada tanggal 10 Agustus 2018, resmilah sudah sang petahana Joko Widodo meminang KH. Ma'ruf Amin sebagai Calon Wakil Presiden dengan mengusung konsep Nasionalis - Religius sebagai modal jualan kampanye. Gayung pun bersambut bagi kalangan internal NU, Muhaimin Iskandar dengan terang menyatakan bahwa sebanyak 25 juta suara kaum Nadhliyin akan bergerak total demi pemenangan Pak Kiai dan Jokowi.

"Saya dipilih, sebagai penghargaan pada Ulama,"

KH. Ma'ruf Amin

Dari Tebuireng menuju Medan Merdeka

Penuntasan pemilihan presiden 2019 mau tak mau haruslah usai, kemenangan akhirnya memihak kepada Pak Kiai dan Jokowi setelah pengumuman resmi KPU di hari Mnggu (14/7/2019). 

Pasangan Jokowi dan Ma'ruf memenangkan pemilihan dengan mengantongi suara nasional sebesar 55,50 persen, sebanyak 154.257.601. Lewat sokongan partai PDI Perjuangan, Partai Golkar, PPP, PKB, Hanura, Nasdem, PKPI, PSI, Partai Perindo.

Di hari yang sama pasca pengumuman resmi KPU, kiai berpidato resmi untuk pertama kalinya. Meminta dengan lugas agar kembalinya persatuan di antara mereka para pendukung pasangan Prabowo ataupun Jokowi.

Di bawah pengawalan 30.000 personel gabungan TNI-Polri, Ma'ruf Amin mengucapkan sumpah jabatan di gedung DPR/MPR. Pertama kalinya tampil tanpa sarungan, dengan mengenakan setelan jas dan dasi berwarna merah maka resmilah ia dilantik sebagai RI-2 sampai lima tahun ke depan. 

Mengingat posisinya lekat dengan citra PBNU dan MUI, demi menghindari konflik internal, maka sebelum terpilih ia lebih dulu mengundurkan diri sebagai Ketua Rais AAM PBNU pada tanggal 22 September 2018. Sementara itu, jabatan Ketua MUI tetap berjalan berdasarkan keinginan internal saat rapat pleno. 

Menilas balik saat masa kampanye pilpres, politik identitas nyata kentara di antara pihak Jokowi dan Prabowo. Ijtima Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) yang menelurkan fatwa agar Prabowo didampingi sosok dari kalangan ulama, memanaskan atmosfer di antara kalangan ulama.

Di balik kubu Jokowi-Ma'aruf terdapat fatwa MUI yang didukung juga ulama besar. Sementara di pihak lawan, dukungan ulama populer seperti Ustadz Abdul Somad dan Ustadz Adi Hidayat semakin memperuncing polarisasi. Bagaimana konflik internal terjadi, satu di antaranya permintaan mundur sebagai Cawapres yang didesak oleh MUI Kota Sorong, demi menghindari dosa klaim mereka. Belum lagi gugatan oposisi bahwa Ma'ruf Amin telah melanggar UU pemilu terkait posisinya yang masih tercatat resmi sebagai Dewan Pengawas Syariah, yang dianggap karyawan BUMN.

Penunjukkan nama KH. Ma'ruf Amin mengejutkan banyak pihak, tak ada yang menduga ketika publik cenderung melihat sosok Mahfud MD yang sangat berpotensi, tak terwujud. Sekalipun berstatus sepuh, dalam masa kampanye ia masih mampu menghadiri 5 kota sekaligus demi berorasi dan menggalang dukungan publik. 

Menelisik Sang Wakil Presiden

Sejak menjalani tugas sebagai Wakil Presiden RI, sosoknya memang dikenal sebagai pribadi yang jarang tampil di media. Penampilannya cukup intens di tengah pandemi pandemi Corona. Demi menenangkan publik dan menyampaikan anjuran terkait proses ibadah.

November 2019.

Mengimbau para guru ngaji di seluruh negeri ini mengajarkan narasi-narasi kerukunan Islam dan Islam moderat kepada jamaahnya. Hal yang disampaikan untuk menjawab ledakan bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, 13 November 2019.

Desember 2019.

Mengingatkan agar kampus universitas Islam dapat berperan sebagai peredam melawan kondisi negatif penyebaran paham radikalisme, saat Orasi Ilmiah di acara wisuda UIN Sultan Maulana Hasanuddin, Cilegon (14/12/2019).

Februari 2020.

Kinerja Ma'ruf Amin sebagai Wapres dianggap lebih rendah dari para menteri di bawahnya, lewat survei publik sebanyak 1.200 responden dalam kurun waktu 9–15 Januari 2020 yang dilakukan oleh Indo Barometer.

Tingkat kepuasan kinerja Maruf Amin hanyalah sebesar 49,6 persen, sedangkan yang tidak puas sebesar 37,5 persen. Angka yang jauh di bawah kinerja JK pada 2015 lalu dengan kepuasan mencapai 57 persen.

Ditimpali juru bicara Wakil Presiden, survei tersebut dikarenakan kebanyakan sikapnya memilih diam dan mengikuti sang Presiden, maka apa yang dilakukan Wapres banyak tak terekspos.

Maret 2020.

Pada tanggal 7 Maret, Ia dinobatkan sebagai Bapak Ekonomi Syariah Indonesia oleh Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Riau.

Ma'ruf Amin juga melakukan penandatanganan tiga prasasti yaitu prasasti pencanangan provinsi Riau sebagai zona ekonomi syariah, prasasti UIN Riau sebagai pusat pelatihan dan pengembangan ekonomi syariah serta prasasti peresmian masjid raudhatus shalihin.

23 Maret. Ma'ruf Amin meminta MUI dan organisasi Islam agar mengeluarkan fatwa terkait menghadapi situasi pandemi COVID-19 di Indonesia. Agar mencegahnya virus, Wakil Presiden berharap fatwa seputar pemandian jenazah dan berwudhu - tayamum, demi antisipasi situasi sulit.

Fakta Menarik Ma'ruf Amin

Guru Besar Ekonomi Syariah.
Sebagai bentuk penghormatan atas kontribusinya membangun perekonomian berbasis Syariah di Indonesia, KH. Ma'ruf Amin didaulat Universitas Islam Negeri Bandung sebagai Guru Besar Ekonomi Syariah.

Tanpa 'Sarungan' pertama kalinya.
Pada hari pelantikan di gedung DPR/MPR Senayan, Pak Kiai terlihat di depan umum pertama kalinya tak menggunakan sarung sebagai kebiasaannya. 

Jangan bawa Surga dan Neraka.
Ia menjawab lugas untuk tak membawa soal surga dan neraka dalam pilpres 2019. Mengkritisi balik bahwa apa yang dilontarkan Farhat Abbas dengan memilih Jokowi sama dengan memilih masuk surga. Di satu sisi, Farhat berada di balik tim Kampanye Pemenangan Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf 2019.

Menolak sistem Khilafah.
Menyatakan bahwa Indonesia adalah yang lahir atas sebuah kesepakatan bersama, menolak konsep sistem Khilafah yang menjadi buah

Berbeda 30 tahun lebih.
Pernikahannya dengan istri keduanya terpaut usia 30 tahun. Wury Estu Handayani berstatus janda beranak dua adalah istri kedua Ma'ruf Amin, yang dinikahinya setelah istri pertamanya meninggal karena sakit.

***

Profil Ma'ruf Amin

Nama Lengkap
K.H Prof Dr. Ma'aruf Amin

Tempat dan Tanggal Lahir
Tangerang, Banten, 11 Maret 1943

Gelar/Titel
Honoris Causa

Agama
Islam

Pasangan
Wury Estu Handayani

-

Pendidikan

 Fakultas Ushuluddin Universitas Ibnu Chaldun, Bogor (1967)
Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang (1961)
Madrasah Tsanawiyah Pesantren Tebuireng, Jombang (1958)
Madrasah Ibtidaiyah Kresek, Tengerang (1955)
SR Kresek, Tangerang (1955)

-

Karir

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Bidang Hubungan Antar Agama Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia (2010-2014)

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Bidang Kehidupan Beragama Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia (2007-2009)

Anggota Koordinator Dakwah (KODI) DKI Jakarta Koordinator Dakwah (KODI) DKI Jakarta

Anggota BAZIS DKI Jakarta BAZIS DKI Jakarta

Ketua Fraksi Golongan Islam DPRD DKI Jakarta DPRD DKI Jakarta

Ketua Fraksi PPP DPRD DKI Jakarta PPP DPRD DKI Jakarta

Pimpinan Komisi A DPRD DKI Jakarta DPRD DKI Jakarta

Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)

Anggota MPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)

Ketua Komisi VI DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)

Ketua Komisi Fatwa MUI Pusat MUI Pusat

Rois Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Penggurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)

Penasehat Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM-PBNU) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM-PBNU)

Dosen STAI Shalahuddin Al-Ayyubi Jakarta STAI Shalahuddin Al-Ayyubi Jakarta

Ra'Is 'Aam PBNU 2015-2020 PBNU (2015-2020)