JAKARTA - Menteri Luar Negeri Sugiono mengatakan pemerintah terus mencari akses untuk memastikan kondisi warga Indonesia yang ditahan Israel setelah kapal Global Sumud Flotilla diadang.
Sugiono menyebut Kementerian Luar Negeri sudah berkomunikasi dengan pihak Yordania dan Turki. Langkah itu ditempuh karena Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik langsung dengan Israel.
“Kita sudah melakukan komunikasi dengan teman-teman dari Kementerian Luar Negeri di Yordania dan Turki untuk memastikan kondisi rekan-rekan kita yang diintercept dan ditahan oleh Israel,” kata Sugiono di Gedung DPR, Rabu (20/5).
Menurut Sugiono, informasi yang diterima pemerintah masih terbatas. Komunikasi dengan para WNI yang ditahan belum dapat dilakukan secara leluasa.
“Sejauh ini informasi yang kita terima seperti yang rekan-rekan tahu, karena komunikasi yang terbatas,” ujarnya.
另请阅读:
Sugiono mengapresiasi warga Indonesia yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla. Ia mengatakan aksi itu mencerminkan keinginan membantu menciptakan situasi yang lebih baik bagi warga Palestina, khususnya di Gaza.
“Kami mengapresiasi semangat rekan-rekan yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla,” kata Sugiono.
Ia berharap para WNI dalam kondisi baik dan dapat segera kembali ke Indonesia dengan selamat. Pemerintah, kata dia, akan terus berkoordinasi melalui negara-negara yang memiliki akses dan mengalami persoalan serupa dengan warganya.
“Kita doakan semoga mereka kondisinya baik-baik dan bisa kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan selamat,” ujarnya.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)