JAKARTA - Uni Eropa telah menerima undangan untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian Gaza yang dibentuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dengan juru bicara blok tersebut mengatakan perdamaian menjadi prioritas mereka.
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen telah menerima undangan untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian pimpinan AS yang bertujuan untuk mengakhiri konflik di Gaza, demikian diumumkan oleh seorang juru bicara pada hari Senin.
Berbicara kepada wartawan, juru bicara Anouar El Anouni mengatakan blok tersebut telah menerima undangan dan siap untuk berdiskusi dengan AS dan mitra lainnya tentang bagaimana mereka dapat berkontribusi pada upaya global untuk membawa perdamaian ke Gaza.
"Kami memiliki keahlian unik dan perangkat multidimensi yang mampu menanggapi situasi di Gaza," katanya, menekankan kesiapan Uni Eropa untuk bertindak di bidang keamanan, diplomatik dan kemanusiaan, dilansir dari Anadolu (20/1).
Sementara, juru bicara Komisi Uni Eropa Olof Gill mengonfirmasi von der Leyen telah menerima undangan tersebut dan sedang berhubungan erat dengan para pemimpin Eropa mengenai masalah geopolitik.
"Prioritas bagi kami adalah perdamaian, untuk mencapai perdamaian, dan kami ingin berkontribusi pada pendekatan rencana global untuk mengakhiri konflik di Gaza," ungkap Gill.
Sebelumnya, Gedung Putih mengumumkan pembentukan Dewan Perdamaian Jumat pekan lalu untuk "memainkan peran penting dalam memenuhi" 20 poin dari rencana Presiden Trump untuk mengakhiri perang Israel di Gaza secara permanen dan membangun kembali wilayah tersebut, serta "memberikan pengawasan strategis, memobilisasi sumber daya internasional, dan memastikan akuntabilitas saat Gaza bertransisi dari konflik menuju perdamaian dan pembangunan."
AS juga membentuk Komite Nasional untuk Administrasi Gaza untuk mengimplementasikan fase kedua dari "Rencana Komprehensif Trump untuk Mengakhiri Konflik Gaza," sebuah Dewan Eksekutif pendiri, dan Dewan Eksekutif Gaza untuk mendukung kerangka kerja transisi.
另请阅读:
Gedung Putih telah menghubungi berbagai tokoh di seluruh dunia untuk duduk dalam apa yang disebut "Dewan Perdamaian", yang diketuai oleh Presiden AS, seperti melansir Al Arabiya dari Reuters.
Sejumlah pemimpin negara dilaporkan telah menerima tawaran dari AS untuk bergabung dengan dewan tersebut, yang diharapkan mulai bekerja selama fase kedua rencana perdamaian.
Sebelum pengumuman pembentukan dewan ini, Utusan Khusus AS Steve Witkoff pekan lalu mengumumkan dimulainya fase kedua gencatan senjata di Gaza dengan fokus pada demiliterisasi, pembentukan pemerintahan teknokratis untuk transisi dan rekonstruksi.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)