JAKARTA - Presiden Rusia Vladimir Putin mengharapkan kontribusi Indonesia dalam forum kerja sama ekonomi BRICS, saat menerima Kunjungan Kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Constantine, St. Petersburg, Rusia, Hari Kamis.
Presiden Putin dengan didampingi antara Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov dan Ajudan Kremlin Yuri Ushakov menyambut hangat kedatangan Presiden Prabowo yang didampingi Menteri Luar Negeri Sugiono dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Presiden Putin mengatakan, masih banyak peluang dan kapasitas untuk mengembangkan kerja sama Rusia dengan Indonesia.
Mengenai bergabungnya Indonesia ke dalam BRICS, Presiden Putin juga menyampaikan harapannya.
"Harapan saya, Indonesia akan memberikan sumbangan besar dalam kegiatan organisasi ini," kata Presiden Putin dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Kamis 19 Juni.
"Kami sangat senang bertemu Bapak di sini," tandas Presiden Putin.
Sementara itu, Presiden Prabowo menyampaikan terima kasihnya atas dukungan Rusia terhadap keanggotaan penuh Indonesia dalam waktu sangat cepat.
"Sesungguhnya saya ingin hadir langsung saat KTT Kazan. Tapi saya baru dilantik satu hari dan saya harus melantik kabinet saya," kata Presiden Prabowo.
Presiden Prabowo menambahkan, sejak saat itu hubungan Indonesia dan Rusia terus meningkat dengan kunjungan sejumlah pejabat senior ke masing-masing negara.
Diketahui, Indonesia menyampaikan keinginan untuk bergabung dengan BRICS dalam KTT BRICS Plus 2024 yang digelar di Kaza, Rusia pada Oktober tahun lalu. Indonesia dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Menteri Luar Negeri Sugiono.
Lazimnya, pengajuan keanggotaan pada suatu KTT akan diputuskan pada KTT tahun berikutnya.
Awal Januari tahun ini, Brasil yang memegang Presidensi BRICS tahun 2025 mengumumkan penerimaan Indonesia sebagai anggota BRICS, atau kurang dari tiga bulan sejak pengajuan, anggota BRICS sepakat memutuskan dan menerima Indonesia.
另请阅读:
"Indonesia dipandang sebagai negara penting untuk bisa segera bergabung," kata Menlu Sugiono di Kementerian Luar Negeri RI dalam Pernyatan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2025 pada 10 Januari lalu.
Sebelum bertemu Presiden Putin, Presiden Prabowo melakukan ziarah dan peletakan karangan bunga di Piskarovskoye Memorial Cemetery, St. Petersburg.
Besok, Presiden Prabowo dijadwalkan berpidato dalam sesi pembukaan dan pleno Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg (SPIEF) 2025.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)