Film Banyu dan Film Octopus Hunter Diputar, Bukti Kolaborasi Indonesia–Korea

JAKARTA - Dua karya terbaru hasil kolaborasi sineas muda Indonesia dan Korea Selatan screening di Studio XXI Plaza Senayan, Rabu, 10 November. Film Banyu (animasi) dan Octopus Hunter (dokumenter) diputar oleh Kementerian Kebudayaan melalui Balai Media Kebudayaan sebagai bagian dari program House of Indonesiana bersama KOCCA dan Kementerian Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata Republik Korea.

Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha menyebut pemutaran ini bagian dari upaya menjaga cerita Nusantara melalui sinema. “Kita punya banyak cerita turun-temurun. Animasi dan dokumenter menjadi cara agar kisah ini tetap hidup dan dekat dengan penonton,” ujarnya.

Direktur Film, Musik, dan Seni Syaifullah menegaskan bahwa pelatihan House of Indonesiana tidak hanya memberi kemampuan teknis, tetapi juga membangun kepercayaan diri kreator untuk masuk pasar global. Ia menyebut Banyu dan Octopus Hunter merupakan hasil pendampingan intensif sineas Indonesia bersama ahli KOCCA. “Ini lebih dari tontonan. Ini bukti kapasitas baru lahir dari kolaborasi budaya,” katanya.

Ia menilai ekosistem perfilman Indonesia sedang tumbuh dengan pesat beriringan dengan hadirnya universitas, pelatihan, dan platform distribusi. “Sineas muda adalah garda depan kebudayaan digital. Karyanya menunjukkan cerita lokal punya daya saing internasional,” lanjutnya.

Direktur KOCCA Mr. Lee mengapresiasi ruang kerja sama ini. Ia berharap pemutaran kedua film menjadi awal untuk kolaborasi yang lebih besar di industri sinema.

Film Banyu menyoroti kehidupan seorang anak di desa bawah laut bersama manta bernama Rima dengan pesan konservasi dan empati. Sementara Octopus Hunter mengikuti tradisi nelayan Pulau Langkai yang masih berburu menggunakan umpan gurita di Selat Makassar. Keduanya juga akan tayang di Indonesiana.tv.

Pemutaran film dihadiri LSF, Biro Humas Kemendikbud, Balai Media Kebudayaan serta perwakilan industri kreatif Korea. Kolaborasi ini menegaskan komitmen dua negara memperkuat jaringan produksi dan distribusi film ke tingkat global.