3 Kelemahan Orang yang Tidak Memiliki Kantung Empedu, Apa Saja?

YOGYAKARTA – Sebagian di antara kita mungkin pernah menjalani operasi pengangkatan kantung empedu (kolesistektomi). Prosedur ini dilakukan jika terdapat batu empedu simtomatik yang menimbulkan infeksi, nyeri perut di bagian kanan atas, dan obstruksi kronis. Lantas, apa kelemahan orang yang tidak punya kantung empedu?

Perlu diketahui, kantung empedu merupakan organ kecil berbentuk buah pir yang terletak di bawah hati. Di dalam organ ini terdapat cairan empedu yang membantu tubuh memecah makanan dan mencerna lemak.

Ketika seseorang menyantap makanan, kantung empedu akan melepaskan cairan empedu ke usus halus sehingga makanan berlemak akan terurai oleh cairan ini. Sementara ketika tubuh tidak mencerna makanan, cairan empedu akan terus tersimpan di dalam kantung empedu.

Nah, pada individu yang menjalani kolesistektomi akibat batu empedu simtomatik, tubuh mereka tidak lagi memiliki wadah untuk menyimpan cairan empedu. Kondisi ini mungkin menyebabkan perubahan pada beberapa fungsi tubuh.

Kelemahan Orang yang Tidak Punya Kantung Empedu

Ketika kantung empedu diangkat, seseorang masih bisa hidup dengan sehat. Akan tetapi, ada beberapa kelemahan yang berpotensi muncul, di antaranya:

  1. Kesulitan mencerna makanan berlemak

Kelemehan orang yang tidak memiliki kantung empedu yang pertama adalah tubuh mereka kesulitan mencerna makanan berlemak. Hal ini karena cairan empedu tidak lagi disimpan di dalam kantung dan dilepaskan secara teratur, melainkan mengalir terus-menerus ke usus.

Dalam kondisi ini, tubuh akan kesulitan memproses jumlah lemak yang lebih besar lantaran tidak ada cadangan empedu yang bisa dilepaskan saat dibutuhkan.

  1. Lebih Rawan Terkena Diare

Seseorang yang tidak memiliki kantung empedu juga lebih rawan terkena penyakit diare. Kondisi ini dikaitkan dengan pelepasan cairan empedu yang bersifat laksatif ke usus secara terus-menerus

Menukil laman Mayo Clinic, seseorang mungkin akan mengalami diare dalam beberapa minggu setelah menjalani prosedur pengangkatan kantung empedu.

Selain diare, seseorang yang menjalani operasi pengangkatan kantung empedu mungkin akan merasakan gejala lain, seperti sakit perut, dan sering buang air besar.

  1. Perubahan Pencernaan

Setelah operasi pengangkatan kantong empedu, pasien mungkin perlu menyesuaikan pola makan, terutama pada tahap awal. Hal ini karena kantong empedu berperan penting dalam membantu tubuh mencerna lemak. Tanpa kantong empedu, makanan berlemak lebih mudah memicu gangguan perut.

“Setelah operasi, sebaiknya pola makan dijaga tetap seimbang,” saran Dr. Lee. “Hindari mengonsumsi makanan berlemak, berminyak, atau bersantan dalam jumlah banyak, karena Anda tidak lagi memiliki cadangan empedu untuk mencerna lemak dalam porsi besar,” ujar dokter spesialis gastroenterologi Christine Lee, MD, dikutip dari laman Cleveland Clinic.

Akan tetapi, bukan berarti Anda tidak boleh mengonsumsi makanan tersebut sama sekali. Menurut dokter Lee, Anda tetap bisa mengonsumsinya, tetapi dalam porsi kecil, sesuai dengan keterbatasan cadangan empedu.

Perkenalkan kembali makanan berlemak maupun makanan padat lainnya secara bertahap, dengan mengikuti tips pola makan setelah operasi pengangkatan kantong empedu.

Demikian informasi tentang kelemahan orang yang tidak punya kantung empedu. Dapatkan update berita pilihan lainnya hanya di VOI.ID.