Peneliti Temukan Inovasi Baru agar Pisang Tak Cepat Busuk dan Lembek
JAKARTA - Pisang sering kali menjadi pilihan camilan sehat yang praktis. Tapi ada satu masalah umum yang sering dihadapi, yakni pisang cepat berubah warna, menjadi cokelat, lembek, dan akhirnya busuk. Kini, masalah itu mulai teratasi berkat terobosan dari para peneliti.
Sebuah perusahaan bioteknologi asal Inggris bernama Tropic Biosciences telah berhasil menciptakan pisang hasil rekayasa genetik yang tidak cepat berubah warna dan busuk. Dengan teknologi ini, pisang bisa bertahan lebih lama dalam kondisi segar, bahkan setelah dikupas. Menurut perusahaan tersebut, pisang baru ini bisa membantu mengurangi limbah makanan dalam jumlah besar.
"Pisang anti-cokelat dari Tropic berpotensi secara signifikan mengurangi limbah makanan dan emisi CO2 dalam rantai pasokan lebih dari 25%, karena lebih dari 60% pisang yang diekspor terbuang sebelum sampai ke konsumen," kata perusahaan tersebut dalam sebuah pernyataan, dikutip dari laman Food and Wine pada Minggu, 6 April.
"Produk inovatif ini bisa membantu mengurangi emisi CO2 yang setara dengan menghilangkan 2 juta mobil penumpang dari jalan setiap tahunnya," lanjutnya.
Gilad Gershon, salah satu pendiri Tropic mengatakan timnya menggunakan teknik rekayasa genetik CRISPR untuk menonaktifkan gen yang memproduksi enzim polyphenol oxidase, yaitu penyebab pisang berubah warna menjadi cokelat.
"Setelah beberapa tahun pengembangan, kami mulai memproduksi bibit (pisang anti-cokelat) sekitar setahun yang lalu, dan sekarang kami mulai menawarkan jumlah besar tanaman pisang ini kepada para petani,” ujar Gershon kepada AgFunderNews.
"Rasa, aroma, tingkat kemanisan, semuanya sama. Hanya saja daging buahnya tidak cepat berubah cokelat. Ini memungkinkan pisang digunakan dalam salad buah dan produk buah potong lainnya. Hal ini membuka pasar baru yang sangat besar," lanjutnya
Gershon juga menyebutkan inovasi ini bisa memberi perusahaan tambahan waktu hingga 10 hari, yang menurutnya sangat berarti dalam industri pisang.
Perusahaan juga mengatakan kepada The Guardian, pisang ini bisa tetap kuning hingga 12 jam setelah dikupas. Gershon menyebut pisang ini sudah disetujui untuk dijual di beberapa negara, termasuk Amerika Serikat dan Kanada. Kemungkinan pisang mulai tersedia di toko-toko pada tahun 2025.
另请阅读:
Meskipun terdengar seperti hal sepele, inovasi ini sebenarnya berdampak besar. Studi tahun 2021 di Horticulture Research menyebutkan hampir sepertiga pisang yang dipanen tidak pernah dimakan. Ini sesuai dengan data yang menunjukkan sekitar sepertiga makanan yang diproduksi dunia juga berakhir sia-sia.
"Artinya, setiap tahun ada lahan yang lebih luas dari China yang digunakan untuk memproduksi makanan yang tidak akan dimakan siapa pun," imbuhnya.
Pisang baru ini bisa jadi langkah besar untuk memperbaiki situasi tersebut. Meskipun terdengar sangat futuristik, The Guardian mencatat ini bukan pertama kalinya buah mengalami rekayasa seperti ini. Gen sama juga ada pada apel Arctic yang telah dijual di AS sejak 2017.
Apabila Anda khawatir tentang rekayasa genetik di buah ini. Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) menyebut makanan hasil rekayasa genetika (GMO) dipelajari secara cermat sebelum dijual ke publik untuk memastikan keamanannya, sama seperti makanan yang sudah dikonsumsi selama ini.
"Studi menunjukkan GMO tidak mempengaruhi tubuh secara berbeda dibandingkan makanan non-GMO." kata FDA