Kontroversi John McAfee dari Bos Antivirus hingga Mati di Penjara
John McAfee (Reuters)

Bagikan:

JAKARTA - Teknopreneur Amerika Serikat (AS), John McAfee ditemukan tewas dalam sel tahanannya di Barcelona, Spanyol. Usai pengadilan tinggi Spanyol menyatakan ekstradisi dirinya dengan tuntutan penggelapan pajak.

Sosoknya mungkin kurang populer di Indonesia. Namun, dialah pendiri perusahaan perangkat lunak untuk program antivirus McAfee.

Banyak kontroversi yang pernah dibuat John McAfee semasa hidupnya. Mulai dari yang masih jadi misteri, hingga catatan kriminal yang mengiringi hidupnya sebelum tiada.

Lebih lengkap, berikut adalah beberapa kontroversi dalam perjalanan hidup McAfee yang dirangkum tim VOI dari berbagai sumber.

Dirikan McAfee Associates

McAfee memulai karirnya pada akhir dekade 80-an. Bersama McAfee Associates, perusahaan software yang dulu pernah jadi standar dari keamanan komputasi. Pada tahun 1994, McAfee keluar dari perusahaan tersebut –yang malah membuat McAfee Associates mencapai puncak kejayaan.

Sejak keluarnya McAfee, perusahaan berusaha menjaga jarak dengan sosok yang namanya dipakai itu. Bahkan, sempat berganti nama jadi  Intel Security usai perusahaan semikonduktor tersebut membelinya dengan nilai 7,7 miliar dolar Amerika Serikat pada tahun 2010.

Lantas, apa yang membuat perusahaan begitu getol pengin menjauhkan diri dari McAfee? Ada banyak alasannya. Usai McAfee menjual sahamnya pada perusahaan tersebut, McAfee pergi menjajal beragam jenis bisnis –yang berumur pendek.

Mulai dari sistem pengiriman pesan singkat, penyedia keamanan data, hingga penyedia sepeda roda tiga untuk hang glider. Masalah dimulai saat McAfee pindah ke Belize pada tahun 2008, di mana dia mendirikan perusahaan QuorumEx.

Perusahaan tersebut bertujuan memproduksi antibiotik herbal yang mampu mengganggu alat indera bakteri. Pada tahun 2012, dicurigai sebagai lab produksi methamphetamine, Unit Tindak Geng Kriminal kepolisian Belize menggeledah fasilitas riset QuorumEx.

Dalam penggerebekan tersebut, polisi menyita pasport dan senjata berlisensi milik McAfee. Kemudian, polisi pun menahan McAfee –meskipun cuma sebentar, dengan tuntuntan memproduksi obat ilegal.

Ditambah, dalam penggerebekan tersebut, McAfee ditemukan sedang tidur bersama gadis berusia 16 tahun.

Mencalonkan Diri Sebagai Presiden Amerika Serikat dari Partai Siber

Kontroversi McAfee tak berhenti di situ. Dipulangkan ke Amerika Serikat, McAfee malah terus menjadi headline surat kabar. Pada tahun 2015, mengutip The Hill, McAfee menyatakan bahwa dirinya siap menjadi kandidat presiden dari partai yang baru dibentuk. Nama partainya Partai Siber.

Tak selang lama, masih dalam tahun yang sama, McAfee berubah haluan. Dirinya pindah ke Partai Libertarian.

Dan pada tahun 2020, McAfee kembali mencalonkan diri sebagai kandidat dari Partai Libertarian. Hanya saja, kali ini, McAfee berkampanye dalam kondisi eksil. Diketahui, McAfee, istrinya, dan empat staf partai tengah diinvestigasi IRS akibat kejahatan pajak.

Dipenjara di Spanyol

Pada bulan Oktober 2020, John McAfee ditangkap pemerintah Spanyol atas desakan pemerintah Amerika Serikat. Dirinya dituduh gagal mengembalikan tunggakan pajak selama empat tahun –padahal mendapat untung jutaan dari pekerjaannya sebagai konsultan kriptokurensi, dan masih banyak lagi.

 Tak hanya itu, McAfee juga dituduh menyembunyikan aset pribadi –seperti kapal pesiar dan real estate- atas nama orang lain. Dan pada bulan Maret tahun 2020, dakwaan yang diajukan kepada McAfee bertambah.

Yakni penipuan dan pencucian uang. Departemen Kehakiman Amerika Serikat menuntut McAfee dan mitra bisnisnya dengan tuduhan penipuan kepada investor senilai 13 juta dolar AS. McAfee dituduh melakukan pemalsuan promosi mata uang kripto.

Kali ini, McAfee tidak diam. Begitu banyak tuntutan yang diberikan padanya membuatnya berbicara. Dirinya pun menolak ketika pengadilan ingin mengekstradisi ke Amerika Serikat. McAfee menyatakan bahwa yang dihadapinya adalah persekusi politis.