Bagikan:

JAKARTA — CEO Nvidia Jensen Huang menilai robotika akan menjadi sektor pertumbuhan besar berikutnya bagi Korea Selatan. Negara itu dinilai punya modal kuat karena sudah menjadi salah satu pusat manufaktur dunia.

Disadur dari laporan Yonhap, Jumat, 5 Juni, Huang menyampaikan hal itu setelah tiba di Bandara Internasional Gimpo, Seoul, dengan jet pribadinya untuk kunjungan empat hari.

“Korea Selatan memiliki banyak sektor untuk investasi. Robotika akan menjadi sektor besar berikutnya,” kata Huang kepada wartawan. Ia menambahkan pasar Korea “berjalan sangat baik”.

Ketika ditanya apakah membawa hadiah untuk Korea Selatan, Huang menjawab ringan.

“Apakah saya membawa hadiah untuk Korea? Saya membawa banyak bisnis untuk Korea,” katanya dikutip Yonhap. “Saya punya beberapa kejutan.”

Kunjungan ini berlangsung kurang dari setahun setelah Huang datang ke Korea Selatan pada Oktober lalu, bertepatan dengan APEC CEO Summit di Gyeongju.

Saat itu, Huang menarik perhatian publik setelah makan ayam goreng Korea dan minum bir, atau chimaek, bersama Ketua Samsung Electronics Lee Jae-yong dan Executive Chair Hyundai Motor Group Euisun Chung.

Dalam kunjungan kali ini, salah satu agenda yang paling ditunggu adalah makan malam informal dengan Ketua SK Group Chey Tae-won, Ketua LG Group Koo Kwang-mo, dan Ketua Naver Lee Hae-jin. Pimpinan Hyundai Motor Group yang semula diperkirakan hadir telah memastikan berhalangan.

Menurut Yonhap, perusahaan yang hadir dalam pertemuan itu mewakili hampir seluruh rantai nilai AI, mulai dari semikonduktor, pusat data, model AI, perangkat lunak, hingga robotika.

Huang juga dijadwalkan bertemu eksekutif industri gim, perusahaan rintisan AI dan robotika, peneliti universitas, serta mahasiswa, menurut sumber industri.

“Karena Korea adalah pusat manufaktur dunia, kami dapat menerapkan teknologi robotika, teknologi AI fisik yang kami ciptakan di sini untuk industri,” kata Huang.

AI fisik merujuk pada kecerdasan buatan yang bekerja di dunia nyata melalui perangkat seperti robot, mesin, atau kendaraan otonom.

Huang mengatakan Nvidia akan bermitra dengan perusahaan manufaktur Korea Selatan di bidang robotika dan AI.

“Manufaktur semikonduktor pada masa depan akan semakin digerakkan oleh robotika dan AI. Karena itu, kami memiliki peluang besar untuk bermitra dengan perusahaan-perusahaan semikonduktor di sini,” ujarnya.

Pada hari yang sama, Huang mengunjungi sebuah warnet di Seoul dan bertemu para pemain esports, termasuk bintang gim Faker.

“Ini adalah tempat lahir esports,” kata Huang.

Ia menilai gamer Korea sudah lama menjadi salah satu yang paling kompetitif di dunia dan banyak menggunakan graphics processing unit atau GPU Nvidia. GPU adalah cip pemroses grafis yang penting untuk gim, AI, dan komputasi berat.

Kartu grafis GeForce Nvidia dirancang untuk menghasilkan frame rate tinggi, yakni tampilan gambar yang lebih mulus dan cepat, seperti yang dibutuhkan gamer profesional.

Huang juga diperkirakan bertemu Direktur Eksekutif Krafton, Chang Byung-gyu, serta sejumlah petinggi perusahaan gim tersebut. Jadwal pastinya belum dikonfirmasi.

Kedua perusahaan diperkirakan membahas potensi kerja sama terkait platform RTX Spark Nvidia untuk laptop Windows premium dan teknologi AI fisik.

Awal tahun ini, Krafton mendirikan anak usaha robotika bernama Ludo Robotics.

Selama di Korea Selatan, Huang juga diperkirakan bertemu Menteri Sains Bae Kyung-hoon untuk membahas kerja sama AI, termasuk pasokan GPU.

Rincian waktu, lokasi, dan agenda pertemuan itu masih dalam tahap finalisasi.