JAKARTA - Beijing menyetujui pendirian pusat inovasi industri komputasi antariksa pertama di ibu kota China. Proyek ini akan menghubungkan rantai industri antariksa, komputasi, chip, dan satelit untuk mempercepat pengembangan internet satelit.
Menurut laporan Xinhua, Rabu, 3 Juni yang mengutip Science and Technology Daily, pusat inovasi itu juga akan mendorong sektor Internet of Things atau IoT satelit. IoT satelit berarti jaringan perangkat yang terhubung melalui satelit, bukan hanya lewat menara seluler atau kabel darat.
Komputasi antariksa sendiri adalah teknologi yang memungkinkan data diproses langsung di orbit, misalnya di satelit atau stasiun luar angkasa. Jadi, data tidak selalu harus dikirim dulu ke Bumi untuk dianalisis.
Pusat inovasi ini akan fokus pada enam bidang riset. Di antaranya chip antariksa yang tahan panas dan sangat andal, muatan komputasi satelit berkinerja tinggi, platform satelit komputasi, model AI besar yang bisa bekerja dengan daya terbatas, jaringan kendali antariksa-darat berbasis komputasi awan, serta layanan daya komputasi antariksa.
Pusat tersebut diperkirakan resmi diluncurkan pada akhir Juni.
BACA JUGA:
Proyek ini dipimpin bersama oleh Beijing University of Posts and Telecommunications atau BUPT dan sejumlah perusahaan utama di sektor komputasi antariksa.
Dekan School of Computer Science BUPT, Wang Shangguang, mengatakan Beijing memiliki rantai industri kedirgantaraan dan komputasi paling lengkap di China.
Menurut Wang, Beijing menghimpun perusahaan roket dan satelit, pengembang model AI besar, serta perusahaan chip. Kombinasi itu memberi fondasi kuat bagi pengembangan komputasi antariksa.
Pusat inovasi ini diposisikan untuk menghubungkan perusahaan roket, satelit, chip, dan pengembang model AI besar di Beijing, sekaligus memperkuat pengembangan IoT satelit.