Jakarta — Smartphone kontroversial milik Trump Mobile kembali muncul dengan desain baru. Namun di balik pembaruan tersebut, ada satu perubahan yang cukup mencolok: klaim “Made in America” kini tidak lagi disebut.
Perangkat bernama T1 smartphone ini sebelumnya dipromosikan sebagai ponsel buatan Amerika Serikat. Kini, narasi itu bergeser menjadi lebih samar—hanya disebut sebagai produk yang “dibentuk oleh inovasi Amerika”.
BACA JUGA:
Desain Baru, Tapi Bukan Revolusi
Secara tampilan, T1 hadir dengan modul kamera belakang baru dan desain yang berbeda dari versi sebelumnya. Namun, sejumlah pengamat menilai desainnya masih terasa familiar, bahkan disebut memiliki kemiripan dengan HTC U24 Pro.
Sebelumnya, versi awal T1 sempat dikritik karena diduga merupakan rebrand dari perangkat buatan perusahaan China, di tengah retorika politik yang keras terhadap manufaktur luar negeri.
Spesifikasi Cukup, Tapi Tidak Istimewa
Dari sisi hardware, T1 membawa layar OLED 6,78 inci, chipset Qualcomm Snapdragon 7 series, RAM besar dengan storage hingga 512GB, serta baterai 5.000mAh dengan fast charging 30W.
Konfigurasi kameranya terdiri dari sensor utama 50MP, lensa telefoto 2x, dan ultrawide 8MP. Dengan harga promosi sekitar 499 dolar AS, perangkat ini masuk kategori menengah—cukup kompetitif, tapi belum bisa disebut standout di pasar flagship.
Janji Produksi Lokal Mulai Mengabur
Yang paling menarik justru perubahan narasi produksi. Jika sebelumnya Trump Mobile menekankan bahwa ponsel ini dibuat di Amerika, kini klaim tersebut dihapus.
Sebagai gantinya, perusahaan menyebut bahwa tim Amerika “memandu desain dan kualitas”—pendekatan yang mirip dengan strategi Apple yang dikenal dengan slogan “Designed in California”, meski produksinya dilakukan di luar negeri.
Perubahan ini memunculkan pertanyaan: apakah produksi lokal memang sulit direalisasikan, atau sekadar strategi pemasaran yang direvisi?
Meski sudah diumumkan sejak tahun lalu, T1 hingga kini belum juga dirilis ke pasar. Penundaan berulang bahkan memicu penyelidikan oleh Federal Trade Commission, setelah sejumlah konsumen membayar deposit sebesar 100 dolar AS untuk pre-order.
Hingga kini, belum ada kepastian tanggal peluncuran resmi.
Antara Branding dan Realita
Kisah Trump Phone mencerminkan benturan antara ambisi branding dan realitas rantai pasok global. Di era industri teknologi modern, produksi perangkat sepenuhnya di satu negara bukan hal mudah—bahkan bagi brand dengan narasi nasionalisme kuat.
Dengan desain baru dan spesifikasi yang diperbarui, T1 mungkin mencoba reset. Tapi tanpa kejelasan produksi dan jadwal rilis, pertanyaannya masih sama: ini produk serius, atau sekadar gimmick politik dalam bentuk gadget?