JAKARTA - Pasar kripto menguat dalam 24 jam terakhir dengan Bitcoin (BTC) melonjak 4,12% ke level 74.100 dolar AS atau sekitar Rp1,26 miliar, menjadi posisi tertinggi dalam tiga minggu terakhir.
Kenaikan ini juga diikuti Ethereum (ETH) yang bergerak di atas 2.300 dolar AS atau sekitar Rp39,3 juta, mencerminkan sentimen positif investor menjelang rilis data ekonomi penting Amerika Serikat.
BACA JUGA:
Financial Expert Ajaib, Panji Yudha, menyatakan bahwa penguatan harga kripto ini dipicu kabar bahwa Iran tengah mempertimbangkan menerima pembayaran Bitcoin untuk kapal tanker minyak yang melintasi Selat Hormuz.
“Mengingat jalur ini mencakup sekitar 20% pasokan minyak dunia, kebijakan tarif tersebut berpotensi menghasilkan pendapatan puluhan juta dolar per hari,” kata Panji dalam keterangannya pada Selasa, 14 April.
Panji menyebut, fokus pasar kini tertuju pada rilis data Producer Price Index (PPI) Amerika Serikat yang dijadwalkan Selasa, 14 April pukul 19.30 WIB. Headline PPI diperkirakan meningkat dari 3,4% menjadi 4,6% secara tahunan, sedangkan Core PPI diproyeksikan berada di level 3,7%.
Jika hasil rilis sesuai atau lebih rendah dari ekspektasi, Panji menambahkan, Bitcoin berpotensi melanjutkan reli menuju area 76.000 dolar AS (Rp1,3 miliar). Namun, angka yang lebih tinggi berisiko menahan momentum kenaikan dalam jangka pendek.
Sentimen positif juga datang dari aksi korporasi. MicroStrategy dilaporkan membeli Bitcoin senilai 1 miliar dolar AS atau setara 13.927 BTC, sehingga total kepemilikannya mencapai 780.897 BTC. Sementara itu, saham Circle melonjak 16% didorong optimisme terhadap perkembangan regulasi stablecoin di Amerika Serikat.
Secara teknikal, Bitcoin diperkirakan bergerak pada rentang 72.500 hingga 76.000 dolar AS (Rp1,24 - Rp1,3 miliar), sedangkan Ethereum berada di kisaran 2.250 hingga 2.450 dolar AS (Rp38,5 - Rp41,9 juta).