Bagikan:

JAKARTA - Narasi bahwa iPhone Air gagal di pasar mulai runtuh. Data terbaru menunjukkan perangkat ini justru menjadi salah satu kunci strategi baru Apple dalam memperkuat lini iPhone kelas menengah.

Berdasarkan analisis dari Ookla, yang mengolah data global dari layanan Speedtest pada kuartal IV 2025, iPhone Air berhasil mencatat pangsa penggunaan aktif sebesar 6,8 persen dalam lini iPhone generasi terbaru. Angka ini lebih dari dua kali lipat dibanding pendahulunya, iPhone 16 Plus, yang hanya berada di level 2,9 persen.

Data ini bukan sekadar angka pengiriman unit, melainkan mencerminkan penggunaan nyata di jaringan internet global—indikator yang lebih relevan dalam membaca perilaku konsumen.

Strategi Mid-Tier Apple Akhirnya Kena “Formula”

Keberhasilan iPhone Air tak lepas dari pergeseran strategi Apple dalam merancang lini produknya. Selama beberapa tahun terakhir, model “Plus” dinilai kurang memiliki identitas jelas, berada di antara versi standar dan Pro tanpa diferensiasi kuat.

Kini, iPhone Air hadir dengan positioning yang lebih tegas. Alih-alih hanya menawarkan layar besar, perangkat ini membawa identitas baru yang lebih relevan bagi pengguna—kombinasi desain, performa, dan harga yang terasa “pas di tengah”.

Menariknya, lonjakan iPhone Air tidak menggerus model paling mahal. Varian Pro Max tetap dominan, sementara pergeseran justru terjadi dari model Pro standar ke Air. Ini menunjukkan konsumen mulai lebih rasional: rela melepas sedikit fitur premium demi value yang lebih jelas.

Di sisi lain, model dasar iPhone juga mengalami kenaikan dari 5,9 persen menjadi 7 persen, menandakan struktur lini produk Apple kini lebih mudah dipahami tanpa tumpang tindih pilihan.

Secara geografis, iPhone Air mencatat performa kuat di pasar seperti Jepang dan Korea Selatan—wilayah yang dikenal sensitif terhadap desain dan form factor. Sementara di Amerika Serikat, distribusi pengguna lebih merata di seluruh lini.

Meski data Ookla berbasis penggunaan aktif dan bukan total penjualan, arah tren terlihat konsisten: iPhone Air bukan sekadar rebranding, tapi perbaikan strategi yang berhasil. Apple tampaknya akhirnya menemukan keseimbangan baru—menjaga dominasi premium sambil menghidupkan kembali segmen tengah yang sempat kehilangan arah.