Bagikan:

JAKARTA - Pendiri Uber, Travis Kalanick, kembali membuat gebrakan di dunia teknologi setelah mengumumkan perubahan besar pada bisnis yang ia bangun selama hampir satu dekade. Perusahaan yang sebelumnya beroperasi secara tertutup kini resmi berganti nama menjadi Atoms dan akan fokus pada pengembangan robot industri untuk berbagai sektor ekonomi.

Kalanick mengungkapkan bahwa perusahaan tersebut sebenarnya sudah beroperasi selama sekitar delapan tahun dalam mode rahasia atau stealth mode. Dalam periode tersebut, para karyawan bahkan tidak diperbolehkan mencantumkan nama perusahaan di profil profesional mereka sehingga aktivitas perusahaan hampir tidak diketahui publik.

“Kami sudah berada dalam mode rahasia selama delapan tahun,” kata Kalanick dalam wawancara di podcast TBPN. “Banyak orang berpikir saya kembali, padahal sebenarnya saya tidak pernah pergi.”

Startup Atoms merupakan evolusi dari bisnis sebelumnya yang dikenal sebagai City Storage Systems dan CloudKitchens, perusahaan infrastruktur dapur virtual yang didirikan Kalanick setelah ia meninggalkan Uber pada 2017. Kini bisnis tersebut diperluas ke arah robotika dan otomasi industri.

Menurut Kalanick, pendekatan yang dipilih Atoms berbeda dari tren robot humanoid yang sedang populer di kalangan perusahaan teknologi global. Ia menilai robot yang dirancang untuk tugas khusus jauh lebih realistis dan lebih cepat memberikan dampak ekonomi dibanding robot yang mencoba meniru manusia secara penuh.

“Di Atoms kami membuat robot yang benar-benar bekerja, robot yang memiliki pekerjaan produktif dan dapat menciptakan kelimpahan bagi pemiliknya maupun masyarakat,” ujar Kalanick.

Perusahaan ini dirancang memiliki beberapa divisi utama yang menargetkan sektor industri berbeda. Di antaranya Atoms Food yang berfokus pada infrastruktur dan otomasi industri makanan, Atoms Mining yang mengembangkan robot untuk meningkatkan efisiensi sektor pertambangan, serta Atoms Transport yang menargetkan teknologi robotik untuk logistik dan sistem transportasi.

Kalanick juga menilai robot humanoid masih memiliki tantangan besar untuk menjadi solusi industri dalam waktu dekat. Menurutnya, robot khusus yang dirancang untuk satu pekerjaan tertentu akan lebih cepat diterapkan secara komersial.

“Humanoid memang punya tempatnya sendiri, tetapi masih ada ruang besar bagi robot khusus yang bekerja secara efisien dalam skala industri,” kata dia.

Dalam langkah strategis lainnya, Atoms dilaporkan sedang menjajaki akuisisi startup kendaraan otonom Pronto yang didirikan oleh mantan insinyur Uber dan Waymo, Anthony Levandowski. Jika akuisisi tersebut terealisasi, Atoms berpotensi memperluas portofolionya ke teknologi otomasi transportasi dan logistik.

Peluncuran Atoms menjadi babak baru bagi Kalanick setelah masa kontroversialnya di Uber yang berakhir pada 2017 ketika ia mundur dari jabatan CEO di tengah tekanan investor dan berbagai masalah internal perusahaan. Meski demikian, ia tetap dikenal sebagai sosok yang merevolusi industri transportasi global melalui layanan ride-hailing yang kini digunakan di berbagai negara.

Kini melalui Atoms, Kalanick mencoba membawa perubahan besar lain, bukan lagi di dunia aplikasi digital, tetapi di dunia fisik melalui robot dan kecerdasan buatan yang bekerja langsung di berbagai sektor industri.

Jika Uber dahulu mengubah cara manusia berpindah dari satu tempat ke tempat lain, Atoms tampaknya ingin melakukan sesuatu yang lebih radikal dengan menghadirkan robot sebagai tenaga kerja baru di ekonomi global.