JAKARTA — Honor merilis gambar resmi Honor Magic V6 menjelang ajang Mobile World Congress 2026, sekaligus mengonfirmasi chipset yang akan menjadi dapur pacunya. Perangkat ini diklaim sebagai ponsel lipat pertama yang ditenagai Snapdragon 8 Elite Gen 5.
Dalam poster resmi, Honor memastikan Magic V6 menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 5, menjadikannya foldable pertama dengan platform tersebut. Langkah ini menempatkan Honor di garis depan persaingan performa di segmen ponsel lipat premium, yang selama ini identik dengan kompromi antara desain tipis dan daya komputasi tinggi.
Gambar resmi yang dirilis memperlihatkan varian warna merah dengan material vegan leather yang tampak lebih bertekstur dibanding pendahulunya, Honor Magic V5. Bingkai perangkat terlihat lebih ramping dan halus, sementara modul kamera berbentuk lingkaran tampil lebih tegas dan menonjol, memperkuat kesan flagship.
BACA JUGA:
Di dalam modul kamera, Magic V6 mengadopsi tata letak lensa bergaya kuadran yang lebih bersih, menggantikan susunan simetris sederhana pada Magic V5. Evolusi desain ini menunjukkan pendekatan yang lebih agresif namun tetap mempertahankan bahasa desain elegan seri Magic.
Berdasarkan laporan yang beredar, layar luar Magic V6 disebut mendukung resolusi 2420 x 1080 piksel, sementara layar dalamnya menawarkan resolusi 2352 x 2172 piksel. Kamera belakang diperkirakan dipimpin sensor utama 200 megapiksel, didampingi lensa ultra-wide dan telefoto periskop.
Untuk daya tahan, perangkat ini dirumorkan membawa baterai 7.150mAh dengan pengisian cepat kabel 120W serta dukungan pengisian nirkabel. Fitur tambahan yang disebut-sebut meliputi chip RF dan efisiensi buatan Honor, sertifikasi tahan air penuh, serta dukungan komunikasi satelit BeiDou.
Jika spesifikasi tersebut terkonfirmasi saat peluncuran resmi, Magic V6 berpotensi menjadi salah satu foldable paling ambisius tahun ini. Kombinasi chipset generasi terbaru, kamera resolusi tinggi, dan baterai besar di bodi yang lebih tipis menandakan bahwa segmen ponsel lipat tidak lagi sekadar eksperimen desain, melainkan arena utama inovasi performa.
Dalam lanskap perangkat premium, menjadi “yang pertama” memang bukan jaminan sukses jangka panjang. Namun dalam perlombaan silikon dan engsel, siapa yang meluncur lebih dulu sering kali menguasai narasi. Di dunia smartphone, narasi sama pentingnya dengan nanometer