Bagikan:

JAKARTA - Menyambut lonjakan trafik digital selama Ramadan dan Idulfitri 2026, PT Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) meluncurkan kampanye #LebihBaikIndosat.

Melalui kampanye ini, Indosat akan memperkuat dan mengoptimalkan jaringan di lebih dari 75 jalur mudik serta lebih dari 790 Point of Interest (POI) strategis di seluruh Indonesia, selama Ramadan.

Indosat juga akan melakukan pemantauan selama 24/7, untuk memastikan pelanggan tetap terhubung tanpa gangguan, baik di kota besar maupun daerah tujuan mudik.

“Di momen istimewa ini, kami ingin pelanggan bisa fokus pada hal yang paling penting: tetap terhubung dan berbagi dengan orang-orang terkasih,” kata President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha dikutip Selasa, 24 Februari.

Selain itu, Indosat menghadirkan aplikasi Sahabat AI untuk memberikan pengalaman digital yang lebih relevan dan bermakna bagi masyarakat Indonesia, terutama di momen Ramadan.

Dibangun dengan teknologi AI kelas dunia dengan dukungan NVIDIA dan dirancang untuk memahami bahasa serta konteks lokal Indonesia, yang akan membantu pengguna menemukan informasi, menyusun ide, hingga menyelesaikan berbagai kebutuhan harian.

Untuk melindungi pelanggannya, Indosat turut memperkuat perlindungan digital melalui fitur Anti-Spam & Anti-Scam berbasis AI, yang telah diluncurkan sejak Agustus 2025.

Hingga saat ini, fitur tersebut telah mendeteksi dan menghadang lebih dari 2 miliar panggilan, pesan, dan tautan berbahaya yang terindikasi spam dan penipuan. Sistem ini terus belajar mengikuti pola ancaman yang berkembang, sehingga perlindungannya tetap relevan dengan kondisi nyata.

Terakhir, Indosat menghadirkan program CSR “Indosat Berkah Ramadan – Surau Kita Berdaya”, yang dilaksanakan di 19 titik di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Aceh pascabencana.

Melalui program ini, Indosat merevitalisasi dan menguatkan fungsi surau dan mushola sebagai pusat kegiatan ibadah dan komunitas.

Bukan hanya menghadirkan ruang ibadah yang lebih layak dan nyaman, tetapi juga menghidupkan kembali peran surau sebagai ruang pemberdayaan masyarakat dan penguatan kohesi sosial—dengan kolaborasi bersama mitra dan komunitas lokal agar dampaknya benar-benar dapat dirasakan.