Bagikan:

Jakarta — China kembali mencatat tonggak penting di industri penerbangan dengan menerbangkan eVTOL penumpang kelas 5 ton pertama di dunia. Pesawat bernama V5000 itu sukses menyelesaikan penerbangan penuh, sekaligus menaikkan standar global dalam pengembangan taksi udara listrik.

Penerbangan bersejarah tersebut berlangsung di Kunshan Civil Unmanned Aerial Vehicle Test Flight Operation Base, Provinsi Jiangsu. Otoritas setempat mengonfirmasi V5000 mampu melakukan lepas landas vertikal, beralih ke mode jelajah sayap tetap, lalu kembali mendarat secara vertikal dengan mulus. Ini menjadi bukti nyata bahwa eVTOL berukuran besar bukan lagi sekadar konsep di atas kertas.

V5000 dikembangkan dalam dua varian. Fengfei Aviation Technology mengembangkan V5000 Sky Dragon, sementara AutoFlight memperkenalkan versi penumpang bernama V5000 Matrix. Berbeda dengan kebanyakan eVTOL yang saat ini beroperasi dengan bobot di bawah 3 ton dan kapasitas kurang dari enam penumpang, V5000 melangkah ke kelas baru dengan daya angkut jauh lebih besar.

Pesawat ini dirancang untuk membawa hingga 10 penumpang atau muatan kargo berton-ton. Dengan kapasitas tersebut, V5000 menunjukkan bahwa eVTOL dapat diskalakan untuk penggunaan yang lebih luas, bukan hanya transportasi jarak pendek di dalam kota, tetapi juga sebagai sistem transportasi udara regional.

Dari sisi desain, V5000 menggunakan konfigurasi sayap majemuk dengan tata letak aerodinamis tiga permukaan. Sistem propulsinya mengandalkan hingga 20 motor angkat, dengan tingkat redundansi tinggi. Artinya, pesawat tetap dapat terbang dengan aman meski terjadi kegagalan pada satu atau beberapa motor, sebuah faktor krusial untuk operasi penumpang.

Untuk jarak tempuh, varian listrik murni V5000 mampu terbang hingga 250 kilometer. Sementara itu, versi hibrida menawarkan jangkauan yang jauh lebih ambisius, mencapai hingga 1.500 kilometer. Kemampuan ini membuka peluang penggunaan eVTOL untuk rute antarkota, misi logistik, hingga transportasi regional yang selama ini sulit dijangkau oleh konsep taksi udara konvensional.

Pencapaian ini menjadi sorotan global karena pengembang eVTOL di Barat masih berfokus pada pesawat ringan untuk perjalanan kota jarak pendek. Hingga kini, belum ada perusahaan Barat yang berhasil menerbangkan eVTOL di kelas 5 ton.

Dengan keberhasilan V5000, China mengirim sinyal kuat bahwa mereka bergerak lebih cepat menuju eVTOL berskala besar dan multifungsi. Dari sudut pandang industri, ini menandai pergeseran penting, dari eksperimen taksi udara futuristik menuju sistem transportasi udara nyata yang siap digunakan dalam skala besar.

Jika tren ini berlanjut, taksi udara masa depan mungkin tidak lagi sekadar kendaraan mungil untuk hop singkat di atas kota, melainkan pesawat listrik besar yang benar-benar mengubah cara manusia dan barang bergerak di udara.