JAKARTA - Nama CEO Apple, Tim Cook, ikut muncul dalam rilis terbaru “Epstein Files”, meski sejauh ini tidak menunjukkan keterlibatan dalam skandal kriminal apa pun. Dokumen email yang dirilis Departemen Kehakiman AS justru mengungkap cerita yang jauh lebih biasa: upaya mantan bos Windows Microsoft, Steven Sinofsky, memanfaatkan jaringan Jeffrey Epstein untuk membangun ulang kariernya di dunia teknologi.
Rilis email pada Jumat 30 Januari, kembali memantik perhatian publik terhadap relasi para miliarder, politisi, dan tokoh elite dengan Jeffrey Epstein, terpidana kejahatan seksual yang juga dikenal sebagai financier berpengaruh. Di tengah gelombang spekulasi, nama Tim Cook disebut singkat dalam sejumlah korespondensi, tanpa indikasi perilaku menyimpang.
Dokumen yang diungkap The Verge memperlihatkan rangkaian email antara Sinofsky dan Epstein pada periode Desember 2012 hingga Mei 2013. Saat itu, Sinofsky baru saja meninggalkan Microsoft secara mendadak pada November 2012 dan tengah mencari langkah berikutnya untuk tetap relevan di puncak industri teknologi.
BACA JUGA:
Epstein diketahui sempat memberi saran kepada Sinofsky saat negosiasi keluar dari Microsoft, yang berujung pada paket “pensiun” senilai sekitar 14 juta dolar AS. Setelah itu, Sinofsky menargetkan perusahaan teknologi besar sebagai pelabuhan karier berikutnya, dengan Apple dan Samsung disebut sebagai opsi utama.
Dalam salah satu email tertanggal 28 November 2012, Epstein mengklaim Tim Cook “antusias untuk bertemu” dengan Sinofsky, hanya beberapa minggu setelah pengumuman hengkangnya dari Microsoft. Namun pertemuan itu urung terjadi.
Menurut Epstein, Cook menolak pertemuan tersebut setelah mendapat informasi bahwa Sinofsky disebut akan mendirikan perusahaan bersama “farstall?(sp)”. Nama ini diyakini merujuk pada Scott Forstall, mantan wakil presiden iOS Apple yang meninggalkan perusahaan sebulan sebelumnya setelah konflik internal dan kontroversi peta Apple.
Beberapa bulan kemudian, pada Mei 2013, korespondensi lain menunjukkan bahwa Cook akhirnya berbicara langsung dengan Sinofsky. Dalam percakapan tersebut, Cook disebut mengatakan agar Sinofsky menghubunginya jika ingin bekerja penuh waktu di masa depan.
Sinofsky menjelaskan dirinya masih terikat klausul non-kompetisi, yang hampir pasti berkaitan dengan kesepakatan keluar dari Microsoft. Cook, menurut email itu, menegaskan preferensinya untuk tetap “low key” dan memastikan segala sesuatu berjalan sesuai aturan, tanpa risiko hukum.
Epstein kemudian bertanya apakah Cook menyampaikan hal yang substantif. Sinofsky menjawab bahwa Cook hanya menanyakan rencana kerjanya dan meminta tetap menjalin komunikasi. “It seemed pretty real,” tulis Sinofsky dalam email tersebut.
Sinofsky juga menyebut kepada Cook bahwa masa non-kompetisinya berlaku hingga akhir tahun dan ia ingin tetap berhubungan selama periode tersebut.
Nama Cook juga muncul dalam email terpisah. Dalam korespondensi Februari 2013, seorang bernama Ian Osborne menulis kepada Epstein bahwa ia “bersama Tim Cook pagi ini” dan hampir menyelesaikan “Mubadala tour of tech-land”. Meski alamat email disamarkan, Osborne diyakini sebagai investor Inggris yang dikenal sebagai penghubung bagi kalangan miliarder.
Sejauh ini, rangkaian email tersebut tidak menunjukkan dampak serius bagi Cook maupun Apple. Tidak ada indikasi keterlibatan langsung Cook dalam aktivitas ilegal Epstein. Yang tampak hanyalah percakapan seputar karier eksekutif teknologi, jauh dari nuansa sensasional yang sering melekat pada nama Epstein.
Keterlibatan Epstein dalam lingkaran elite global membuat kemunculan nama-nama besar seperti Cook hampir tak terelakkan. Namun, berdasarkan dokumen yang tersedia saat ini, Tim Cook lebih terlihat sebagai figur sampingan dalam cerita orang lain, bukan aktor utama dalam skandal.
Untuk saat ini, setidaknya, posisi Cook masih aman. Dan seperti biasa dalam saga Epstein, jika ada fakta lain yang lebih serius, dokumen-dokumen itu kemungkinan akan muncul dengan sendirinya.