JAKARTA - Lonjakan jumlah investor ritel di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, membawa peluang besar bagi inklusi pasar modal, sekaligus tantangan baru dalam menjaga keandalan sistem transaksi saham digital.
Seiring meningkatnya volume dan kecepatan transaksi, Associate Vice President Marketing Ajaib, Azizah, menilai akurasi sistem serta pemahaman investor terhadap mekanisme perdagangan menjadi faktor krusial dalam menjaga kepercayaan pasar.
Menurutnya, di era investasi digital saat ini, keandalan teknologi saja tidak cukup, karena harus berjalan beriringan dengan edukasi pengguna.
“Sistem transaksi saham bekerja secara real-time dan seluruh instruksi diproses persis seperti yang di-input oleh nasabah. Karena itu, selain memastikan sistem yang andal dan aman, kami juga terus mendorong pemahaman investor agar lebih teliti dalam setiap langkah transaksi,” ujar Azizah.
Sejalan dengan komitmen transparansi tersebut, sebagai perusahaan sekuritas yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan, serta anggota BEI, Kliring Penjaminan Efek Indonesia, dan Kustodian Sentral Efek Indonesia, Ajaib memastikan seluruh transaksi diproses secara transparan dan dapat ditelusuri sesuai ketentuan yang berlaku.
Azizah menambahkan, di sisi keamanan, Ajaib telah menerapkan standar internasional ISO 27001 dan menjalani audit berkala oleh pihak independen.
BACA JUGA:
“Di tengah bertambahnya investor baru, Ajaib terus menghadirkan panduan penggunaan dan informasi di dalam aplikasi untuk membantu pengguna memahami alur transaksi dan risiko yang menyertai,” jelasnya.
Ke depan, Ajaib akan terus mengembangkan teknologi dan mendukung partisipasi investor ritel di pasar modal Indonesia, termasuk melalui akses digital ke penawaran umum perdana saham (e-IPO) dengan pengawasan regulator.
“Dengan sistem yang andal dan pemahaman pengguna yang baik, Ajaib percaya ekosistem pasar modal digital dapat tumbuh secara sehat dan berkelanjutan,” tutup Azizah.