JAKARTA - Apple diperkirakan akan mencatat kinerja kuat pada kuartal pertama tahun fiskal 2026, dengan permintaan iPhone 17 dan strategi kecerdasan buatan (AI) menjadi topik utama dalam paparan kinerja kepada analis. Hal ini disampaikan oleh analis Wedbush menjelang rilis laporan keuangan Apple yang dijadwalkan pada Kamis 29 Januari.
Dalam catatan kepada investor yang dikutip AppleInsider, Wedbush memproyeksikan pendapatan Apple pada kuartal pertama mencapai 136,68 miliar dolar AS, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 124 miliar dolar AS. Meski proyeksi tersebut sedikit di bawah estimasi tertinggi konsensus Wall Street sebesar 138,4 miliar dolar AS, analis menilai angka tersebut masih berpotensi terlampaui.
Kinerja positif Apple diperkirakan terutama didorong oleh peluncuran iPhone 17 yang mendapat respons kuat dari pasar. Selain itu, Wedbush menilai Apple akan mengalami pemulihan signifikan di pasar China, meskipun persaingan di negara tersebut semakin ketat.
Wedbush juga memprediksi Apple akan melampaui ekspektasi penjualan iPhone pada kuartal ini. Saat ini diperkirakan terdapat sekitar 315 juta unit iPhone dari total 1,5 miliar perangkat aktif yang belum mengalami pembaruan selama lebih dari empat tahun, sehingga menciptakan basis pengguna potensial yang besar untuk melakukan upgrade.
BACA JUGA:
Selain lini produk perangkat keras, kinerja sektor Services Apple juga diperkirakan akan mencatat hasil positif. Wedbush menilai Apple berpeluang melampaui konsensus Wall Street, dengan pertumbuhan dua digit secara tahunan yang didorong oleh akselerasi layanan cloud dan sistem pembayaran digital.
Isu kecerdasan buatan menjadi salah satu fokus utama dalam laporan tersebut. Wedbush memperkirakan CEO Apple, Tim Cook, akan memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai strategi AI perusahaan dalam paparan kinerja mendatang. Pembaruan Siri yang bersifat kontekstual serta kerja sama Apple dengan Google diperkirakan akan menjadi sorotan, terutama mengingat adanya penundaan dalam peluncuran pembaruan Siri tersebut.
Menurut Wedbush, penundaan tersebut merupakan langkah yang diperlukan agar Apple dapat memastikan integrasi AI berjalan optimal dalam ekosistem perangkat kerasnya. Setelah menandatangani kesepakatan dengan Google, Apple dinilai perlu memfinalisasi cetak biru strategi AI untuk mempercepat implementasi teknologi tersebut sepanjang 2026.
Rencana tersebut mencakup penyegaran Siri yang diperkirakan akan diluncurkan pada musim semi, serta pengumuman lanjutan terkait AI pada ajang Worldwide Developers Conference (WWDC) yang digelar pada Juni mendatang.
Wedbush menilai pentingnya strategi AI Apple belum sepenuhnya tercermin dalam harga saham saat ini. Analis memperkirakan adanya potensi “AI premium” yang dapat menambah nilai saham Apple sebesar 75 hingga 100 dolar AS per saham apabila strategi tersebut terealisasi secara optimal.
Meski menghadapi berbagai tantangan dan dinamika pasar pada 2026, Wedbush menilai peta jalan AI Apple akan menjadi faktor penentu keberhasilan perusahaan ke depan. Atas dasar tersebut, Wedbush mempertahankan target harga saham Apple di level 350 dolar AS dengan rekomendasi “outperform”.