JAKARTA – Google menyediakan alat untuk menghapus Informasi Identitas Pribadi (PII) dari hasil pencarian. Kemampuan ini hadir untuk membantu pengguna menghindari penyalahgunaan data.
Langkah ini sangat penting dilakukan untuk mencegah penipuan, penyamaran, atau ancaman keamanan di dunia maya dan nyata. Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengunjungi halaman aktivitas 'Hasil Tentang Anda' dengan masuk ke akun Google.
Selanjutnya, Anda dapat memasukkan alamat, email, dan nomor telepon agar Google bisa memantau jika data tersebut muncul di hasil pencarian. Setelah data dimasukkan, Google akan memberikan laporan mengenai informasi pribadi Anda yang terdeteksi dalam beberapa jam.
Anda cukup mencentang kotak di samping hasil pencarian yang tidak diinginkan dan mengajukan permintaan penghapusan secara langsung. Google juga memiliki fitur praktis untuk menghapus item yang terlihat di hasil pencarian melalui browser seluler atau desktop.
Pengguna hanya perlu mengklik menu tiga titik di samping hasil pencarian dan pilih opsi 'Hapus hasil' untuk menentukan alasan penghapusan. Selain cara otomatis, Anda juga dapat mengajukan permintaan penghapusan secara manual melalui halaman bantuan Google.
BACA JUGA:
Opsi ini berlaku untuk data sensitif seperti nomor identitas pemerintah, rekening bank, hingga konten deepfake tanpa persetujuan. Penting untuk diingat bahwa menghapus informasi dari Google tidak akan membuat data hilang dari situs web aslinya.
Google menyarankan Anda untuk tetap menghubungi pemilik situs web tersebut agar informasi benar-benar dihapus dari internet secara total. Jika informasi tersebut muncul di situs web yang Anda kelola sendiri, pastikan untuk memblokir URL menggunakan file robots.txt.
Google juga menyediakan formulir khusus untuk menghapus halaman web atau gambar yang sudah usang dari memori cache. Setiap permintaan yang masuk akan dievaluasi oleh Google untuk memastikan tidak ada informasi publik bermanfaat yan ikut terhapus.