Bagikan:

JAKARTA - Penyedia infrastruktur AI-native Asia Tenggara, BDx Data Center, menekankan semakin pentingnya peran kecerdasan buatan (AI) dalam mendorong pertumbuhan PDB Indonesia, seiring meningkatnya tingkat kematangan digital nasional.

Menurut CEO BDx Data Center, Mayank Srivastava, memasuki era AI industri di 2026, pusat data tidak lagi hanya sebagai fasilitas penyimpanan, melainkan berevolusi menjadi infrastruktur komputasi berperforma tinggi yang menopang kedaulatan digital dan skala ekonomi nasional.

“AI bertransformasi dari teknologi eksklusif korporasi menjadi infrastruktur nasional yang esensial, setara dengan air dan listrik dalam menopang perekonomian,” kata Mayank dalam pernyataannya dikutip Minggu, 18 Januari.

BDx Data Center juga mengidentifikasi sejumlah tren utama yang akan membentuk lanskap pusat data dan AI pada 2026. Salah satunya adalah keterkaitan erat antara energi dan komputasi.

Menurut perusahaan, tantangan terbesar pengembangan AI tidak lagi terletak pada perangkat lunak, melainkan pada ketersediaan dan efisiensi energi untuk menopang beban komputasi berskala besar.

Dari sisi teknologi, perangkat keras generasi terbaru untuk pusat data diperkirakan membutuhkan daya hingga 150 kW per unit.

Untuk menjawab tantangan tersebut, penyedia pusat data disarankan bisa menerapkan teknologi pendinginan cair langsung ke chip (direct-to-chip liquid cooling), yang diklaim mampu mencapai tingkat efisiensi energi pusat data.

Selain itu, BDx juga menekankan pentingnya infrastruktur AI berdaulat sejalan dengan regulasi data nasional, termasuk Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019.

Dengan kombinasi penguatan infrastruktur energi, pusat data berperforma tinggi, dan eksplorasi teknologi kuantum, BDx memproyeksikan AI akan menjadi tulang punggung baru ekonomi digital Indonesia.