Bagikan:

JAKARTA - XREAL kembali memanaskan persaingan di pasar kacamata augmented reality dengan menggugat rivalnya, Viture, di pengadilan Amerika Serikat. Gugatan ini menuduh Viture melanggar paten teknologi kacamata pintar milik XREAL. Hal ini memperpanjang konflik hukum yang sebelumnya sudah dimulai di Jerman.

Dalam dokumen gugatan terbaru, XREAL menyebut Viture telah menggunakan teknologi yang dilindungi oleh Paten AS No. 11.988.839 tanpa izin. Produk yang secara eksplisit disasar adalah Viture Pro XR, meski XREAL menegaskan bahwa model lain juga berpotensi terlibat. Menurut perusahaan tersebut, kemiripan desain dan pendekatan teknis antara produk kedua perusahaan melampaui batas kebetulan yang lazim terjadi di industri.

“Kesamaan ini merepresentasikan ide-ide produk yang dipatenkan oleh XREAL,” tulis perusahaan itu dalam gugatannya, merujuk pada teknologi inti terkait cara gambar ditampilkan dan dilihat di dalam kacamata XR. XREAL juga menyatakan bahwa langkah hukum ini diambil karena pertumbuhan pasar yang kian agresif, dengan riset industri yang memperkirakan nilai pasar XR dapat mendekati 700 miliar dolar AS pada 2035.

Analis Moor Insights & Strategy, Anshel Sag, mengonfirmasi bahwa paten tersebut pertama kali diajukan XREAL pada 2018 dan resmi diberikan pada 2024. Ia menambahkan bahwa XREAL tercatat sebagai satu-satunya pemilik paten tersebut baik di Amerika Serikat maupun Jerman, sementara Viture disebut tidak memiliki paten serupa yang mendeskripsikan teknologi yang sama.

Hingga berita ini ditulis, Viture belum memberikan tanggapan resmi terkait gugatan tersebut atau posisi hukumnya di pengadilan AS. Jika XREAL memenangkan perkara ini, konsekuensinya bisa signifikan, mulai dari kewajiban membayar biaya lisensi hingga potensi larangan penjualan produk tertentu di pasar Amerika.

Baik XREAL maupun Viture sama-sama berakar dari Beijing. XREAL didirikan pada 2017 dengan nama Nreal sebelum melakukan rebranding pada 2023, sementara Viture menyusul masuk ke pasar pada 2021. Ini bukan kali pertama XREAL terseret konflik hukum. Pada 2019, Magic Leap sempat menggugat perusahaan tersebut dengan tuduhan serupa, namun kasus itu akhirnya dibatalkan oleh pengadilan AS karena kurangnya bukti.

Kini, dengan taruhan pasar XR yang semakin besar dan sorotan investor yang makin tajam, sengketa XREAL dan Viture berpotensi menjadi preseden penting bagi industri kacamata AR global. Putusan pengadilan nanti bukan hanya menentukan pemenang, tetapi juga bisa membentuk peta persaingan teknologi imersif dalam satu dekade ke depan.