Bagikan:

JAKARTA – Portugal menjadi negara berikutnya yang bergabung ke dalam Perjanjian Artemis. Negara tersebut dikonfirmasi mendukung upaya NASA dalam mengeksplorasi Bulan dan Mars pada Senin, 12 Januari.

Penandatanganan kerja sama ini dilakukan pada 11 Januari 2026 oleh Sekretaris Negara untuk Sains dan Inovasi Portugal, Helena Canhão. Peresmian ini dilakukan saat pemerintah AS mendatangi Lisbon, Ibu Kota Portugal, untuk membahas kemitraan.

Administrator NASA, Jared Isaacman, menyambut keikutsertaan Portugal. Kini, aliansi yang mendukung penjelajahan antariksa tersebut resmi didukung oleh 60 negara. Menurut Isaacman, bergabungnya Portugal dalam penjelajahan ini akan membantu NASA dalam mengungkapkan rahasia alam semesta.

“Tahun 2026 adalah tahun di mana manusia akan kembali ke Bulan dan menandai awal era baru eksplorasi ruang angkasa,” ujar Hugo Costa, Direktur Eksekutif Badan Antariksa Portugal. “Portugal dan Badan Antariksa Portugal bangga bergabung dengan Perjanjian Artemis dan berkontribusi pada penggunaan ruang angkasa yang berkelanjutan.”

Melalui perjanjian ini, Portugal berkomitmen untuk mendukung upaya eksplorasi secara damai dan memberikan bantuan darurat kepada pihak yang membutuhkan. Selain itu, seperti negara lainnya, Portugal akan memastikan seluruh data ilmiah dari proyek penjelajahan Bulan dan Mars NASA bisa diakses oleh siapa pun secara bebas.

Di sisi lain, Duta Besar AS untuk Portugal, John J. Arrigo, yang ikut hadir dalam upacara penandatanganan Perjanjian Artemis, menilai bahwa kemitraan ini sangat berarti bagi keberlanjutan ruang angkasa. Selama program ini berjalan, koordinasi yang baik dinilai sangat diperlukan.

Bergabungnya Portugal diharapkan dapat mendorong lebih banyak negara untuk ikut serta dalam Perjanjian Artemis. NASA akan tetap membuka peluang kemitraan meski saat ini lembaga antariksa tersebut tengah mempersiapkan peluncuran Artemis 2, upaya pertama untuk menjangkau Bulan.