JAKARTA– Infinix kembali mencuri perhatian di ajang CES 2026 dengan memperkenalkan AI GLASSES Pro, kacamata pintar ringan yang menggabungkan kamera, asisten AI, dan kemampuan penerjemahan lintas bahasa dalam desain seberat hanya 35 gram. Perangkat ini diposisikan sebagai alternatif yang lebih ringkas dibanding headset pintar besar yang selama ini mendominasi pasar wearable.
Model AI GLASSES Pro mengusung filosofi hands-free sepenuhnya. Infinix menanamkan kamera ultra-wide 12MP yang mampu merekam foto dan video 1080p dari sudut pandang orang pertama. Dengan perintah suara, pengguna dapat mengambil gambar dalam hitungan kurang dari satu detik, tanpa perlu mengeluarkan ponsel dari saku.
Untuk menjaga kualitas visual, kacamata ini dibekali chip pemrosesan gambar khusus yang menangani stabilisasi, mode malam, dan optimasi potret. Chip ini bekerja terpisah dari sistem utama, sehingga panas lebih terkendali dan daya tahan baterai tetap efisien meski digunakan dalam waktu lama.
BACA JUGA:
Fitur paling mencolok ada pada mesin penerjemahan bawaannya. Infinix mengklaim AI GLASSES Pro mendukung hingga 169 bahasa, termasuk berbagai dialek regional yang kerap luput dari perhatian raksasa teknologi.
Teknologi ini sebelumnya mendapat sorotan dalam berbagai kompetisi penerjemahan mesin, dan diproyeksikan menjadi solusi praktis bagi pelancong maupun profesional lintas negara.
Tak berhenti pada terjemahan instan, kacamata ini juga mampu merekam percakapan dan langsung mentranskripsikannya dengan satu sentuhan. Sistem AI dapat mengenali pembicara yang berbeda, mengubah rapat atau wawancara menjadi dokumen teks yang bisa ditelusuri. Fungsinya terasa lebih seperti sekretaris pribadi ketimbang sekadar kamera di wajah.
Soal kenyamanan, Infinix jelas sadar bahwa kacamata pintar harus layak dipakai seharian. Rangka berbahan memory-nylon membuat bobotnya hanya 35 gram, sekitar 22 persen lebih ringan dibanding banyak pesaing. Desainnya pun menyerupai kacamata konvensional, membantu perangkat ini menyatu di lingkungan sosial tanpa kesan terlalu futuristis.
Pengalaman audio mengandalkan desain open-ear dengan lima speaker terintegrasi. Pendekatan ini memungkinkan pengguna mendengar musik atau asisten AI Folax dengan jelas sambil tetap waspada terhadap lingkungan sekitar, seperti lalu lintas atau percakapan di kantor. Infinix juga menyiapkan versi audio-only bagi pengguna yang tidak memerlukan kamera, lengkap dengan opsi bingkai yang dapat diganti sesuai gaya.
Infinix menyebut casing pengisi daya mampu mengisi ulang kacamata hingga sembilan kali. Dengan penggunaan normal, AI GLASSES Pro diklaim dapat bertahan seharian penuh dalam sekali pengisian. Ambisinya jelas: perangkat ini bukan aksesori sesekali, melainkan wearable yang selalu menempel.
Meski harga resminya belum diumumkan, Infinix memastikan AI GLASSES Series akan hadir di pasar sepanjang 2026. Peluncuran ini melengkapi rangkaian inovasi Infinix di CES tahun ini, termasuk teknologi Direct-to-Call berbasis satelit. Pesannya konsisten: Infinix ingin membuat AI bukan sekadar fitur ponsel, tetapi sesuatu yang benar-benar dipakai, dilihat, dan didengar sepanjang hari.