JAKARTA – Setelah penjualan chip H200 diizinkan di China, Nvidia langsung menerima banyak permintaan. Untuk memenuhi permintaan tersebut, Nvidia meminta TSMC untuk meningkatkan produksinya.
Hal ini perlu dilakukan agar Nvidia bisa mengatasi keterbatasan stok. Permintaan dari perusahaan di China diketahui telah menembus lebih dari 2 juta unit H200, tetap jumlah persediaan Nvidia hanya 700.000 unit.
Oleh karena itu, jumlah unit yang diproduksi perlu ditingkatkan. Penambahan jumlah produksi ini diperkirakan akan mulai berjalan pada kuartal kedua tahun depan. Tidak diketahui pasti berapa jumlah permintaan tambahan yang Nvidia ajukan ke TSMC.
Setiap unit chip H200 yang dijual ke China dibanderol dengan harga 27.000 dolar AS (Rp450 juta). Meski AS telah memberikan izin ekspor, pihak Beijing belum memberikan lampu hijau secara resmi.
BACA JUGA:
Ini menimbulkan risiko yang tidak pasti bagi penjualan chip Nvidia. Namun, hingga saat ini perusahaan tersebut menegaskan bahwa penjualan chip-nya ke China tidak akan mengganggu pasokan di AS.
Nvidia mengaku terus mengelola rantai pasok secara ketat untuk menghindari kelangkaan yang lebih parah. Perusahaan pun menyatakan bahwa tindakan memblokir ekspor ke China akan merugikan ekonomi AS.
"China adalah pasar yang sangat kompetitif dengan pemasok chip lokal yang berkembang pesat. Memblokir semua ekspor AS akan merusak keamanan nasional dan ekonomi kita dan hanya menguntungkan persaingan asing," kata Nvidia, melansir dari Reuters pada Rabu, 31 Desember.