Bagikan:

JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid meminta operator seluler untuk meningkatkan kesiagaan jaringan telekomunikasi menjelang akhir tahun, seiring peringatan potensi curah hujan tinggi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Meutya mengatakan, arahan tersebut sejalan dengan penekanan Presiden Prabowo Subianto yang mengingatkan seluruh jajaran untuk mewaspadai dampak cuaca ekstrem, khususnya terhadap layanan publik vital seperti telekomunikasi.

"Termasuk yang disampaikan Bapak Presiden bahwa beliau mengingatkan peringatan dari BMKG terkait kemungkinan curah hujan yang tinggi," ujar Meutya dalam Pelaksanaan Apel Bersama Posko Siaga Kualitas Layanan Telekomunikasi Natal Tahun 2025 dan Tahun Baru pada Jumat, 19 Desember.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menekankan agar opsel tidak hanya memastikan posko-posko guna menjaga konektivitasnya saja, tetapi juga power supply-nya dalam bentuk genset dan baterai dalam memitigasi kemungkinan curah hujan yang tinggi di penghujung tahun.

“Kita juga memastikan kepada operator seluler tidak hanya posko-poskonya menjaga konektivitas, tapi power supply-nya dalam bentuk genset dan baterai juga disiapkan,” jelasnya.

Menurut Meutya, langkah mitigasi ini penting untuk mengantisipasi gangguan jaringan akibat banjir, pemadaman listrik, atau cuaca ekstrem lainnya yang kerap meningkat.

Sebelumnya, BMKG Wilayah II memperingatkan potensi cuaca ekstrem di Provinsi Banten pada periode 18–25 Desember akibat kemunculan bibit siklon 93S yang terpantau di Samudra Hindia sebelah barat daya Jawa Timur.

Kepala BBMKG Wilayah II,Hartanto, mengatakan, bibit siklon tersebut memiliki kecepatan angin maksimum mencapai 35 knot atau sekitar 65 kilometer per jam dengan tekanan minimum 1.000 hektopascal.

“Bibit siklon tropis ini berpotensi dalam 24 jam ke depan berkembang menjadi siklon tropis dengan kategori sedang hingga tinggi. Kondisi ini dapat meningkatkan curah hujan dan angin kencang di wilayah Provinsi Banten,” kata Hartanto.