JAKARTA –Papua Nugini mengumumkan bahwa Google akan membangun tiga kabel bawah laut baru di wilayahnya. Proyek ini akan didanai oleh Australia melalui perjanjian pertahanan bersama.
"Seluruh investasi (ini) didanai melalui komitmen Australia berdasarkan Perjanjian Pukpuk," kata Penjabat Menteri Teknologi Informasi dan Komunikasi Papua Nugini, Peter Tsiamalili, dikutip VOI euters pada Jumat, 12 Desember.
Perjanjian Pukpuk merupakan perjanjian pertahanan internasional yang ditandatangani Australia dan Papua Nugini pada Oktober 2025. Melalui proyek ini, kedua negara berkomitmen dalam memajukan keamanan digital.
Menurut Tsiamalili, proyek ini akan mendukung stabilitas regional dan pembangunan nasional. Tsiamalili telah bertemu dengan diplomat Australia dan AS untuk membahas proyek tersebut di kantor Google Australia.
Proyek besar ini bernilai 120 juta dolar AS (Rp1,9 triliun). Tiga kabel tersebut akan menghubungkan wilayah utara dan selatan Papua Nugini. Selain itu, wilayah otonom Bougainville juga akan terhubung dengan kabel berkapasitas tinggi ini.
BACA JUGA:
Sebelum memutuskan pembangunan ini, ahli strategi militer Australia dan AS telah menganggap Papua Nugini sebagai negara dengan lokasi yang strategis. Pembangunan ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas di seluruh negara yang bergabung dalam proyek tersebut.
Selain di Papua Nugini, Google juga berencana membangun pusat data di Pulau Christmas, pos terdepan Australia di Samudra Hindia. Proyek kabel bawah laut ini akan menghubungkan Pulau Christmas ke arah timur dengan kota-kota di Australia.
Perusahaan tersebut akan memanfaatkan dua kabel untuk menghubungkan pusat data Pulau Christmas dengan Afrika dan Asia. Penambahan kabel di pusat ini akan memperluas ketahanan infrastruktur internet.