Bagikan:

JAKARTA – NTT DATA mengumumkan peluncuran enam Cyber Defense Center (CDC), pusat otonom generasi terbaru yang dirancang untuk memperkuat keamanan siber dan penangkalan ancaman dunia maya. 

Empat CDC otonom generasi terbaru telah mulai beroperasi di India, tepatnya di Bengaluru, Hyderabad, Noida, dan Mumbai. Sementara itu, dua pusat lainnya akan diluncurkan dalam waktu dekat untuk memperluas jangkauan globalnya. 

Dua pusat tambahan tersebut dijadwalkan dibuka di Birmingham, Inggris, pada Desember 2025 dan di Dallas, AS pada Januari 2026. Dengan meluncurkankan CDC, NTT DATA berupaya untuk beralih dari sistem keamanan yang masih tradisional. 

CDC dibangun menggunakan Agentic AI untuk SecOps dan orkestrasi ancaman berbasis Generative AI (GenAI). Teknologi ini mampu mempercepat investigasi hingga 60 persen dan secara signifikan mengurangi jumlah notifikasi ancaman hingga 90 persen. 

Sistem ini bekerja dengan belajar dari insiden sebelumnya dan pengetahuan para pakar untuk mengotomatisasi, menyaring, dan memprioritaskan peringatan. Metode ini dapat mempercepat respons insiden, menahan ancaman lebih cepat, dan memastikan kepatuhan terhadap regulasi privasi data di masing-masing wilayah.

"Perluasan pusat pertahanan siber generasi terbaru ini membantu kami memenuhi permintaan global atas layanan keamanan siber berbasis AI, menghadapi ancaman bertenaga AI, dan mendukung transformasi digital klien dari edge hingga cloud,” ujar Charlie Li, Head of Cloud and Security Services NTT DATA, dalam sebuah keterangan pada Senin, 8 Desember. 

Meski memanfaatkan AI, CDC masih menggunakan keahlian manusia dalam menghadapi ancaman siber. Agen AI di model penguatan keamanan siber ini hanya mampu menilai, menganalisis, dan mencari potensi insiden secara mandiri. 

Jaringan global dari CDC didukung lebih dari 40 pusat operasional layanan di lebih dari 50 negara. Pusat-pusat ini bekerja sama dengan CERT regional dan lembaga pemerintah untuk membantu klien memenuhi regulasi privasi data dan AI setempat.