JAKARTA - OpenAI membantah keras rumor yang beredar di media sosial tentang keberadaan iklan dalam layanan chatbot populernya, ChatGPT. Isu tersebut mencuat setelah sejumlah pengguna mengunggah tangkapan layar antarmuka ChatGPT yang menampilkan elemen visual mirip iklan, termasuk yang disebut-sebut sebagai “iklan Target”, sehingga memicu kekhawatiran bahwa perusahaan mulai memasukkan format iklan ke dalam platformnya.
Nick Turley, Head of ChatGPT di OpenAI, menegaskan melalui sebuah unggahan di X pada Sabtu 6 Desember, bahwa perusahaan sama sekali tidak sedang menguji atau menayangkan iklan apa pun.
Ia menyatakan bahwa seluruh tangkapan layar yang menunjukkan adanya iklan tersebut bukan merupakan bagian dari fitur iklan, dan sebagian kemungkinan tidak asli. Turley menambahkan bahwa OpenAI memahami besarnya kepercayaan yang diberikan publik terhadap ChatGPT, dan setiap langkah terkait monetisasi di masa depan akan dilakukan secara hati-hati dan transparan.
Tangkapan layar yang memicu kontroversi tersebut kemungkinan berkaitan dengan fitur belanja baru yang diperkenalkan OpenAI beberapa bulan lalu. Pada akhir September, perusahaan mengumumkan langkah awal menuju apa yang mereka sebut sebagai “agentic commerce”, yaitu kemampuan bagi pengguna, agen AI, dan bisnis untuk berbelanja langsung melalui ChatGPT.
BACA JUGA:
Dalam fitur ini, chatbot dapat menampilkan produk yang relevan saat pengguna bertanya tentang kebutuhan belanja tertentu. Jika produk tersebut mendukung Instant Checkout—hasil kolaborasi OpenAI dengan perusahaan teknologi finansial Stripe—pengguna dapat langsung menekan tombol beli. Mekanisme tersebut tampak seperti iklan bagi sebagian pengguna, meskipun OpenAI menegaskan bahwa itu bukanlah bentuk promosi berbayar.
Meski begitu, wacana mengenai rencana OpenAI untuk menghadirkan iklan bukanlah hal baru. Dengan basis pengguna yang mencapai ratusan juta orang setiap minggu, dan sebagian besar menggunakan versi gratis, perusahaan menghadapi tekanan finansial yang besar.
Pengoperasian model kecerdasan buatan berskala raksasa jauh lebih mahal dibandingkan mesin pencari atau media sosial tradisional, sehingga kebutuhan untuk membuka sumber pendapatan tambahan dianggap tidak terhindarkan.
Bahkan seorang pengembang bernama Tibor Blaho pernah menemukan referensi terhadap fitur iklan dalam kode aplikasi Android ChatGPT, meski tidak jelas apakah itu benar-benar merujuk pada rencana produk yang akan dirilis.
Namun rencana itu tampaknya kembali ditunda. Setelah peluncuran Google Gemini 3 yang mendapat sambutan luas dan menarik banyak pengguna baru, CEO OpenAI Sam Altman mengeluarkan perintah internal “code red”.
Dalam memo tersebut, Altman meminta seluruh tim OpenAI memusatkan sumber daya pada pengembangan dan peningkatan kualitas ChatGPT. Segala inisiatif yang dianggap bukan prioritas utama, termasuk rencana peluncuran iklan, diperintahkan untuk ditahan sementara.
Hingga kini, OpenAI belum memberikan pernyataan tambahan terkait arah pengembangan fitur iklan maupun jadwal implementasinya. Namun perusahaan kembali menegaskan bahwa tidak ada iklan yang tayang di ChatGPT saat ini, dan fitur-fitur baru seperti belanja tidak dimaksudkan sebagai bentuk promosi, melainkan bagian dari pengembangan kapabilitas asisten AI tersebut.