Bagikan:

YOGYAKARTA - Masih banyak orang yang hanya melihat awan sebagai hiasan langit yang lembut, padahal jenis-jenis awan memiliki peran penting dalam siklus cuaca bumi. Setiap bentuk menyimpan petunjuk tentang apa yang akan terjadi selanjutnya.

Anda mungkin terkejut mengetahui bahwa gumpalan-gumpalan putih ini dibagi menjadi sepuluh kategori dasar. Untuk itu, mari kita telusuri dan pahami klasifikasi awan berdasarkan ketinggian dan penampakan visual yang unik.

Mengenal 10 Jenis-Jenis Awan

Dilansir dari laman National Oceanic and Atmospheric Administration, klasifikasi awan berawal dari Luke Howard, seorang meteorolog yang menyadari bahwa awan seringkali menunjukkan kombinasi fitur dari dua atau lebih kategori (misalnya, cirrus + stratus atau cumulus + stratus).

Berdasarkan pengamatan Howard ini, ia menyarankan modifikasi atau kombinasi dari empat tipe awan inti, yang kemudian menjadi titik awal bagi sepuluh tipe dasar awan yang bisa kita amati saat ini.

Olah karenanya, Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) melalui International Cloud Atlas menetapkan sepuluh tipe dasar awan tersebut, yang dibagi berdasarkan ketinggian:

Kategori 1: Awan Tingkat Tinggi (High-Level Clouds)

Awan pada tingkat tinggi (di atas 6.000 meter) terdiri dari Cirrus (Ci), Cirrocumulus (Cc), dan Cirrostratus (Cs). Awan ini umumnya tipis, berwarna putih, dan selalu tersusun dari kristal es.

  • Cirrus (Ci)

Memiliki ciri-ciri awan terpisah dalam bentuk filamen putih halus, seringkali terlihat seperti rambut (fibrous) atau memiliki kilau seperti sutra.

Sementara itu, untuk prediksi cuaca hampir tidak mengurangi kecerahan matahari. Sering berwarna kuning atau merah cerah saat matahari terbit atau terbenam.

  • Cirrocumulus (Cc)

Ciri-cirinya lapisan atau lembaran tipis berwarna putih, tersusun agak teratur menjadi butiran atau riak kecil tanpa bayangan. Ukuran elemen ini terlihat kurang dari lebar satu jari kelingking saat direntangkan. Untuk komposisinya terbuat dari kristal es dan umurnya pendek.

  • Cirrostratus (Cs)

Memiliki ciri-ciri dengan selubung transparan keputihan yang sangat luas dengan tampilan berserat atau mulus, dapat menutupi seluruh langit.

Awan ini memiliki fenomena Khas, yaitu hampir selalu menghasilkan fenomena halo (cincin cahaya) di sekitar Matahari atau Bulan. Selubung ini tidak cukup tebal untuk mencegah bayangan objek di tanah.

Kategori 2: Awan Tingkat Menengah (Mid-Level Clouds)

Awan tingkat menengah (antara 2.000 hingga 6.000 meter) terdiri dari Altocumulus (Ac), Altostratus (As), dan Nimbostratus (Ns). Mereka terutama terdiri dari tetesan air, namun bisa mengandung kristal es jika suhu cukup rendah, berikut ini pembahasannya:

  • Altocumulus (Ac)

Ciri-cirinya awan berlapis atau berlajur putih atau abu-abu, seringkali tersusun dari massa bulat atau gulungan. Ukuran elemennya terlihat lebih besar dari satu jari kelingking tetapi lebih kecil dari tiga jari saat direntangkan.

Awan ini memiliki fenomena khas, yaitu saat melewati Matahari atau Bulan, sering muncul korona (cincin berwarna). Ini adalah jenis awan tingkat menengah yang paling umum.

Baca juga artikel yang membahas Melihat Proses Terjadinya Petir dan Dampak yang Ditimbulkannya

  • Altostratus (As)

Memiliki ciri-ciri lapisan atau lembaran abu-abu atau kebiruan yang menutupi sebagian atau seluruh langit.

Selain itu, awan ini juga cukup tipis untuk memperlihatkan matahari (seperti terlihat melalui kaca buram) dan tidak menghasilkan halo atau bayangan. Kadang terlihat virga (garis-garis hujan yang tidak mencapai tanah).

  • Nimbostratus (Ns)

Ciri-ciri adalah lapisan awan abu-abu gelap yang merata, kabur karena hujan atau salju yang turun. Selain itu, awan juga cukup tebal untuk menutupi Matahari sepenuhnya.

Awan ini juga sering disebut awan tingkat rendah karena dasarnya dapat turun seiring hujan berlanjut, tetapi secara teknis diklasifikasikan sebagai tingkat menengah karena asalnya.

Kategori 3: Awan Tingkat Rendah dan Vertikal (Low-Level & Vertical Clouds)

Disebut sebagai awan rendah (di bawah 2.000 meter) terdiri dari Stratus (St), Stratocumulus (Sc), dan Cumulus (Cu). Cumulonimbus (Cb) diklasifikasikan sebagai awan vertikal karena dapat memanjang hingga tingkat tinggi.

  • Cumulus (Cu)

Awan ini memiliki ciri terpisah yang padat, berkembang secara vertikal menyerupai gundukan, kubah, atau menara dengan bagian atas menggembung menyerupai kembang kol.

Sementara itu, bagian yang tersinari matahari akan berwarna putih cemerlang sementara dasarnya relatif gelap dan horizontal. Berkembang di pagi hari dan sering larut menjelang malam.

  • Stratocumulus (Sc)

Memiliki ciri awan berlapis atau berlajur abu-abu atau keputihan yang hampir selalu memiliki pola gelap menyerupai sarang lebah (honeycomb appearance), massa bulat, atau gulungan.

  • Cumulonimbus (Cb)

Awan ini adalah awan badai yang besar dan padat, berbentuk seperti gunung atau menara besar. Bagian atasnya seringkali rata dan berserat, menyerupai landasan (anvil).

Selain itu, dasar awan seringkali sangat gelap dan menghasilkan presipitasi (hujan atau salju) deras. Cumulonimbus juga dapat menghasilkan hujan es dan tornado.

Selain pembahasan mengenai jenis jenis awan​, ikuti artikel-artikel menarik lainnya di  VOI, untuk mendapatkan kabar terupdate jangan lupa follow dan pantau terus semua akun sosial media kami! 

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+