Bagikan:

YOGYAKARTA – Bagaimana proses terjadinya petir? Dalam ilmu Fiska, proses terjadinya petir berkaitan dengan pelepasan elektron dari molekul air di awan.

Menyadur laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) petir didefinisikan sebagai kilatan cahaya di atmosfer yang terdiri dari guntur dan disebabkan oleh pelepasan listrik berarus tinggi. Kilatan cahaya ini muncul karena ada pelepasan muatan listrik yang dipisahkan dalam awan cumulonimbus.

Petir melepaskan arus listrik yang sangat tinggi hingga 80 ribu ampere dalam rentang waktu yang singkat. Sementara total daya yang dilepaskan secara serentak dalam satu kali sambaran mencapai 106 watt.

Besarnya energi listrik yang dilepaskan petir dapat merusak objek yang disambar langsung, bahkan menimbulkan korban jiwa jika petir menyambar manusia.

Sambaran petir juga bisa merusak jaringan telekomunikasi, jaringan listrik, dan gangguan penerbangan.

Penjalasan tentang Proses Terjadinya Listrik

Petir terbentuk dari awan Cumulonimbus. Awan ini termasuk salah satu awan konvektif atau awan yang menjulang tinggi ke atas. Bentuk awan Cumulonimbus terlihat seperti jamur dengan bagian atas berbentuk seperti topi.

Petir hanya bisa terbentuk pada awan yang sudah mencapi taraf matang. Awan tersebut akan menghasilkan dua lapisan utama elektrifikasi. Di bagian atas awan terkonsentrasi medan listrik, sementara bagian bawah terkonsentrasi medan elektrik negatif.

Ketika muatan listrik positif dan negatif bertemu, terjadi kilatan cahaya yang kita kenal sebagai petir.

Dalam prosesnya, ada tiga jenis petir yang tercipta dari awan Cumulonimbus, antara lain:

  • Petir intracloud (IC): jenis petir ini terbentuk akibat pertemuan listrik positif yang berada di bagian atas awan dengan muatan listrik negatif yang berada di bagian bawah pada awan yang sama.
  • Petir cloud to cloud: Merupakan fenoma petir yang terjadi ketika muatan listrik dilepaskan antar dua awan yang berbeda.
  • Petir cloud to ground: tipe ini terbagi menjadi muatan positif (CG+) dan negatif (GC-). Petir CG+ terbentuk ketika muatan positif pada awan Cumulonimbus menyambar muatan negatif di tanah dan menjadi petir. Sedangkan petir GC- terjadi akibat muatan negatif pada awan cumulonimbus menyambar atau bergerak ke permukaan bumi dan juga menimbulkan kilatan petir.

Selain terbentuk dari awan Cumulonimbus, petir juga dapat tercipta dari letusan gunung api yang dikenal sebagai petir vulkanik. Mekanismenya melibatkan interaksi partikel-partikel dalam abu vulkanik yang bermuatan listrik, menghasilkan pelepasan muatan yang tampak seperti petir.

Petir vulkanik tidak langsung muncul meskipun kolom letusan sudah dipenuhi partikel abu kaca panas, uap, dan gas yang terlempar ke atmosfer. Sebelum petir terbentuk, partikel-partikel tersebut perlu mengalami proses ionisasi, yaitu pemisahan elektron yang menempel pada setiap partikel melalui energi potensial dari suatu massa. Ion-ion bermuatan inilah yang kemudian memicu terjadinya petir.

Dampak Sambaran Petir

Dampak sambaran petir bisa menimbulkan kerusakan besar. Menurut laporan National Geographic, setiap tahunnya sekitar 2,000 orang di seluruh dunia tewas akibat sambaran petir.

Mereka yang berhasil selamat juga sering mengalami gejala berkepanjangan, seperti gangguan ingatan, pusing, kelemahan, mati rasa, hingga menderita penyakit serius yang menurunkan kualitas hidup.

Sambaran petir bahkan dapat memicu serangan jantung dan menimbulkan luka bakar berat. Suhu panas ekstrim dari petir dapat menguapkan air di dalam batang pohon, menghasilkan uap yang berpotensi merobek atau menghancurkan pohon tersebut.

Cara Menghindari Sambaran Petir

Ketika sudah melihat tanda-tanda petir di langit, berikut beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk menghindari sambaran petir:

  • Jika berada di luar ruangan, segera masuk ke dalam rumah atau mencari bangunan untuk berlindung.
  • Jangan berada di sawah, lapangan terbuka, atau taman, sebab petir mencari tanah untuk melepaskan energinya.
  • Jika sedang berenang, segera berhenti lantaran air dalam di dalam kolam renang dapt menjadi sasaran petir melepas energinya.
  • Jangan berlindung di bawah pohon, sebab saat pohon tersambar petir, energinya dapat berpindah ke tubuh manusia.
  • Hindari tiang listrik, menara, atau sesuatu yang tinggi, sebab dapat menarik sambaran petir.

Demikian informasi tentang proses terjadinya petir. Dapatkan update berita pilihan lainnya hanya di VOI.ID.