YOGYAKARTA - 5G vs 4G untuk rakyat, mana yang lebih siap dieksekusi untuk Indonesia dari sisi infrastruktur? Hadirnya jaringan 5G membuka banyak peluang, tetapi kesiapan infrastruktur tetap menjadi faktor utama. Tanpa pondasi yang kuat, teknologi secanggih apa pun tidak dapat dimanfaatkan optimal oleh masyarakat.
Di sisi lain, 4G telah menjadi tulang punggung konektivitas di Indonesia selama bertahun-tahun. Jangkauannya sudah luas dan masyarakat sudah terbiasa menggunakannya untuk kebutuhan sehari-hari. Namun 5G menawarkan kecepatan dan kapasitas yang jauh lebih tinggi, pertanyaannya apakah infrastruktur Indonesia siap?
Apa Perbedaan Mendasar antara 4G dan 5G?
Jaringan 4G berfokus pada peningkatan kecepatan internet mobile dan stabilitas layanan. Kecepatan rata-ratanya cukup memadai untuk streaming, akses media sosial, hingga pekerjaan jarak jauh. Namun, kapasitasnya mulai terbatas ketika trafik data meningkat pesat.
Sebaliknya, 5G dirancang untuk menghadirkan latensi sangat rendah serta kecepatan yang bisa mencapai puluhan kali lebih cepat dari 4G. Dikutip dari TechTarget, 5G menawarkan latensi di bawah 5 milidetik, sementara latensi 4G berkisar antara 20 sampai 40 milidetik. Hal ini mempengaruhi respons dan efisiensi jaringan.
Kecepatan unduh 4G biasanya mencapai 20 Mbps hingga 100 Mbps. Sementara 5G biasanya mendekati 1 Gbps hingga 3 Gbps. Bahkan di kondisi ideal dengan menggunakan teknologi mmWave, kecepatan unduh 5G dapat mencapai antara 10 Gbps dan 20 Gbps.
Dengan kapasitas dan kecepatan di atas, jaringan 5G dipastikan dapat menangani lebih banyak perangkat dalam satu area sekaligus. Dengan demikian, 5G sangat cocok untuk IoT, smart city, dan industri otomatisasi.
Perbedaan teknis tersebut membuat 5G menjadi masa depan telekomunikasi, tetapi implementasinya jauh lebih kompleks. Kembali ke pertanyaan awal, apakah infrastruktur Indonesia siap?
Melihat Kondisi Infrastruktur 4G di Indonesia Saat Ini
Infrastruktur 4G di Indonesia saat ini sudah menjangkau sebagian besar wilayah yang memiliki populasi besar. Operator besar telah menanamkan investasi selama bertahun-tahun untuk memperluas jangkauan jaringan. Hasilnya, 4G menjadi layanan yang paling mudah diakses masyarakat.
Perusahaan riset jangkauan internet asal Inggris, OpenSignal, pernah merilis laporan terkait keadaan jaringan seluler 4G LTE di sejumlah negara di dunia, salah satunya Indonesia. Disebutkan jaringan 4G di Indonesia cukup luas dengan angka availability 83,5 persen.
Meskipun begitu, kualitas jaringan 4G masih berbeda-beda antara kota dan desa. Wilayah terpencil sering kali mengalami kecepatan kurang stabil karena keterbatasan tower atau kapasitas jaringan. Ini menjadi tantangan yang perlu diselesaikan untuk pemerataan digital.
Namun secara umum, infrastruktur 4G sudah matang dan siap digunakan. Menurut Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, teknologi ini masih relevan untuk mendukung aktivitas digital sehari-hari masyarakat.
“Kalau bicara masyarakat akar rumput, Indonesia sebenarnya tidak membutuhkan 5G untuk memenuhi kebutuhan penggunanya. 4G saja sudah cukup,” kata Rudiantara, dalam perhelatan Amartha Asia Grassroot Forum di Nusa Dua, Bali, dikutip Tempo, Kamis, 22 Mei.
Kesiapan Infrastruktur 5G di Indonesia
Jaringan 5G mulai diluncurkan di Indonesia sejak 2021 dan kini telah beroperasi di beberapa kota besar di antaranya Jakarta, Bandung, Surabaya, Makassar, dan Medan. Bahkan, mulai awal tahun ini, pemerintah telah mulai meperluas jaringan 5G ke wilayah terpencil. Hal ini menunjukkan bahwa 5G mulai bergerak, meski belum merata.
Infrastruktur 5G membutuhkan densifikasi jaringan yang jauh lebih tinggi dibandingkan 4G. Artinya, diperlukan lebih banyak BTS baru dan fiber optik tambahan agar sinyal stabil. Tantangan tersebut membuat biaya pembangunan meningkat signifikan.
Selain itu, belum semua perangkat rakyat mendukung 5G. Harga smartphone 5G masih relatif tinggi bagi sebagian besar masyarakat. Akibatnya, adopsi massal 5G masih membutuhkan waktu dan pematangan strategi.
Dengan kondisi infrastruktur yang sudah matang, 4G masih menjadi pilihan paling realistis bagi rakyat Indonesia. Jaringan ini cukup kuat untuk mendukung aktivitas digital seperti pendidikan, pekerjaan, kesehatan, dan hiburan. Biaya aksesnya juga lebih terjangkau bagi masyarakat luas.
Pemerintah dapat mempercepat pemerataan 4G sambil menyiapkan fondasi 5G secara bertahap. Pendekatan ini memastikan rakyat tetap mendapatkan layanan yang stabil. Pada saat yang sama, teknologi untuk masa depan tetap berjalan.
Demikian penjelasan terkait perbandingan kesiapan infrastruktur 5G dan 4G di Indonesia, ikuti artikel-artikel menarik lainnya di VOI.ID. Agar tidak ketinggalan kabar terupdate follow dan pantau terus akun sosial media kami!